Asam fluoroasetat adalah senyawa organofluorin dengan rumus CH2FCO2H. Senyawa ini berupa padatan tak berwarna dan terkenal akan toksisitasnya yang relatif tinggi. Basa konjugatnya, fluoroasetat terdapat secara alami pada sekurangkurangnya 40 tanaman di Australia, Brasil, dan Afrika. Asam fluoroasetat adalah salah satu dari lima produk alami yang diketahui mengandung fluor organik.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

|
| |||
| Nama | |||
|---|---|---|---|
| Nama IUPAC (preferensi)
Asam fluoroasetat | |||
| Nama lain
Asam 2-fluoroasetat Asam monofluoroasetat Monofluoroasetat Asam fluoroetanoat Asam simonat | |||
| Penanda | |||
| |||
Model 3D (JSmol) |
|||
| Referensi Beilstein | 1739053 | ||
| ChEBI | |||
| ChEMBL | |||
| ChemSpider | |||
| Nomor EC | |||
| Referensi Gmelin | 25730 | ||
| KEGG | |||
PubChem CID |
|||
| Nomor RTECS | {{{value}}} | ||
| UNII | |||
| Nomor UN | 2642 | ||
CompTox Dashboard (EPA) |
|||
| |||
| |||
| Sifat | |||
| C2H3FO2 | |||
| Massa molar | 78,04 g·mol−1 | ||
| Penampilan | Padatan putih | ||
| Densitas | 1,369 | ||
| Titik lebur | 35,2 °C (95,4 °F; 308,3 K) | ||
| Titik didih | 165 °C (329 °F; 438 K) | ||
| Larut dalam air dan etanol | |||
| Keasaman (pKa) | 2,586 | ||
| Bahaya | |||
| Piktogram GHS | |||
| Keterangan bahaya GHS | {{{value}}} | ||
| H300, H314, H400 | |||
| P260, P264, P270, P273, P280, P301+P310, P301+P330+P331, P303+P361+P353, P304+P340, P305+P351+P338, P310, P321, P330, P363, P391, P405, P501 | |||
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku pada suhu dan tekanan standar (25 °C [77 °F], 100 kPa). | |||
| Referensi | |||
Asam fluoroasetat adalah senyawa organofluorin dengan rumus CH2FCO2H. Senyawa ini berupa padatan tak berwarna dan terkenal akan toksisitasnya yang relatif tinggi.[1] Basa konjugatnya, fluoroasetat terdapat secara alami pada sekurangkurangnya 40 tanaman di Australia, Brasil, dan Afrika. Asam fluoroasetat adalah salah satu dari lima produk alami yang diketahui mengandung fluor organik.[2]
Asam fluoroasetat adalah metabolit berbahaya dari obat-obatan yang mengandung fluor (dosis mematikan rata-rata, LD50 = 10 mg/kg pada manusia). Sumber metabolisme asam fluoroasetat yang paling umum adalah fluoroamina dan fluoroeter. Asam fluoroasetat dapat mengganggu siklus Krebs.[3]
Berbeda dengan asam monofluoroasetat, asam difluoroasetat dan asam trifluoroasetat memiliki toksisitas yang jauh lebih rendah. pKa asam monofluoroasetat adalah 2,66; berbeda dengan asam di- dan trimonoasetat yang masing-masing memiliki pKa 1,24 dan 0,23.[4]
Asam fluoroasetat digunakan untuk memproduksi pestisida terutama rodentisida (lihat natrium fluoroasetat). Proyeksi pasar keseluruhan diperkirakan akan meningkat pada tingkat yang cukup besar selama periode 2021 hingga 2027.[5]