Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Kluwih

Kluwih atau keluih adalah nama sejenis pohon tanaman keras yang buahnya memiliki kulit keras dan berduri. Buah kluwih mirip dengan buah sukun. Jika sukun memiliki kulit yang halus dan tidak berbiji, kluwih memiliki kulit yang berduri dan memiliki biji.

Wikipedia article
Diperbarui 24 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kluwih
Artikel ini bukan mengenai sukun (pohon).

Kluwih
Pohon Artocarpus camansi di Nueva Ecija, Filipina
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Klad: Rosidae
Ordo: Rosales
Famili: Moraceae
Genus: Artocarpus
Spesies:
A. camansi
Nama binomial
Artocarpus camansi
Blanco
Sinonim[1]

Artocarpus leeuwenii Diels

Kluwih[2] atau keluih[a] (Artocarpus camansi) adalah nama sejenis pohon tanaman keras yang buahnya memiliki kulit keras dan berduri.[2] Buah kluwih mirip dengan buah sukun. Jika sukun memiliki kulit yang halus dan tidak berbiji, kluwih memiliki kulit yang berduri (seperti durian) dan memiliki biji.[3]

Nama Lokal

Kluwih memiliki nama lokal dalam Bahasa sunda kulur atau timbul. Dalam Bahasa Aceh, tanaman ini disebut kulu.[4] Dalam Bahasa Jawa, tanaman ini disebut kulur, kelur, kulor, atau kuror. Dalam bahasa Selayar, tanaman ini disebut Kuloro. Sedangkan bahasa Jawa dialek Banyumasan disebut Kluwih.[5]

Sejarah

Spesies ini pertama kali dideskripsikan dalam buku Flora de Filipinas : Según el sistema sexual de Linneo (1837) oleh ahli botani Spanyol, Francisco Manuel Blanco, menggunakan spesimen dari Filipina. Nama latin camansi berasal dari nama lokal tanaman ini dalam bahasa Tagalog, yaitu kamansi.[6]

Deskripsi

Pohon ini tersebar di wilayah tropis dan pasifik. Pohonnya memiliki tinggi sekitar 10 – 15 m atau lebih.[4] Pohon ini menghasilkan getah lengket berwarna putih susu pada permukaan batangnya. Kecepatan tumbuh pohon berkisar antara 0.5 - 1.5 m per tahun. Pohon mulai berbuah setelah 8 - 10 tahun. Setiap musim, satu pohon dapat menghasilkan 600 - 800 buah. Buah muda biasa dikonsumsi dengan cara dipotong tipis lalu direbus sebagai sayuran.[5]

Pemanfaatan

Buah kluwih dapat dioleh menjadi makanan, seperti sayur lodeh, jenang, abon, hingga emping. Di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Yogyakarta, buah kluwih muda dimasak untuk sayur lodeh yang terkadang dicampur dengan bahan lain, seperti kacang panjang.[7][8] Biji kluwih ditumbuk, kemudian dijemur, untuk menghasilkan emping. Sementara itu, biji kluwih yang telah dimasak kemudian diblender dan diberi sedikit air. Setelah menjadi adonan, diberi campuran gula aren, santan, garam, dan tepung ketan. Setelah dimasak selama dua hingga empat jam, adonan akan mengental dan menghasilkan jenang. Daging buah kluwih yang disangrai dan diberi bumbu-bumbu dapat diolah menjadi abon.[9] Daging buah kluwih muda juga dapat digunakan sebagai pengganti nangka muda dalam pembuatan cubadak. Kayu dari tanaman Kluwih bisa dimanfaatkan untuk keperluan industri.[5]

Galeri

  • Pohon Kluwih
    Pohon Kluwih

Lihat pula

  • Sukun
  • Nangka
  • Durian
  • Cempedak

Pranala luar

  • Seeded breadfruit atau buah kluwih Diarsipkan 2011-05-21 di Wayback Machine.
  • Taksonomi Kluwih

Referensi

  1. ↑ "Artocarpus camansi Blanco". Plants of the World Online. The Trustees of the Royal Botanic Gardens, Kew. n.d. Diakses tanggal August 23, 2020.
  2. 1 2 "KLUWIH - Uncategorized - - Sudarminto Setyo Yuwono" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2023-03-07.
  3. ↑ Sukatiningsih (Desember 2005) Sifat Fisikokimia dan Fungsional Pati Biji Kluwih Jurnal Teknologi Pertanian Vol 6 No 3
  4. 1 2 Rosnani Nasution (2013) Didekilketon compunds from the leaves of Artocarpus camansi Blanco Proceedings of The 3rd Annual International Conference - Syiah Kuala University.
  5. 1 2 3 Diane Ragone (April 2006) Artocarpus camansi The Breadfruit Institute - National Tropical Botanical Garden
  6. ↑ Manuel Blanco (1837) Flora de Filipinas : Segun El Sistema Sexual de Linneo Manila : Imprenta de Sto. Thomas
  7. ↑ Anggah. "Lodeh Kluwih Ternyata Jadi Menu Wajib untuk Sultan Jogja, Apa Alasannya?". detikjateng. Diakses tanggal 2025-10-07.
  8. ↑ "Sayur Lodeh Kala Pageblug, Tradisi Jawa dalam Menolak Wabah". kumparan. Diakses tanggal 2025-10-07.
  9. ↑ Agus Riyadi (28 Maret 2021) Di Kendal, Kluwih diolah Jadi Jenang, Abon dan Emping Gatra

Catatan kaki

  1. ↑ menurut KBBI, kata "keluih" justru mengacu pada pohon sukun
Pengidentifikasi takson
Artocarpus camansi
  • Wikidata: Q251762
  • Wikispecies: Artocarpus camansi
  • APDB: 223561
  • BOLD: 431175
  • CoL: H24P
  • EoL: 21250524
  • GBIF: 3765081
  • GRIN: 450370
  • iNaturalist: 346373
  • IPNI: 850363-1
  • NCBI: 709039
  • Open Tree of Life: 989357
  • PfaF: Artocarpus camansi
  • Plant List: kew-2653942
  • Plazi: DA4369D2-E57C-2028-60B2-A40A2426464B
  • POWO: urn:lsid:ipni.org:names:850363-1
  • Tropicos: 50292803
  • WFO: wfo-0000550450
  • ZooBank: F2776385-A944-4525-BA8F-6AE94A900AA2

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Nama Lokal
  2. Sejarah
  3. Deskripsi
  4. Pemanfaatan
  5. Galeri
  6. Lihat pula
  7. Pranala luar
  8. Referensi
  9. Catatan kaki

Artikel Terkait

Kluwih, Tulakan, Pacitan

desa di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur

Kluwih, Bandar, Batang

desa di Kabupaten Batang, Jawa Tengah

Sukun (pohon)

(Banda), 𝗞𝘂𝗹𝗼𝗿𝗼 (bahasa Selayar), timbul, kulur (bahasa Sunda), atau kluwih (bahasa Jawa), kulu (bahasa Aceh), kalawi (bahasa Minang), bakara' (bahasa

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026