Artemisia herba-alba merupakan semak abadi dari genus Artemisia yang banyak ditemukan di padang rumput kering wilayah Mediterania, meliputi Afrika Utara, Asia Barat seperti Semenanjung Arab, serta Eropa bagian barat daya. Tanaman ini memiliki nilai penting dalam pengobatan tradisional, di mana ia dimanfaatkan sebagai antiseptik alami dan obat antispasmodik untuk meredakan kejang otot dan gangguan pencernaan.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Artemisia herba-alba | |
|---|---|
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Plantae |
| Klad: | Tracheophyta |
| Klad: | Angiospermae |
| Klad: | Eudikotil |
| Klad: | Asteridae |
| Ordo: | Asterales |
| Famili: | Asteraceae |
| Genus: | Artemisia |
| Spesies: | A. herba-alba |
| Nama binomial | |
| Artemisia herba-alba | |
| Sinonim[1] | |
| |
Artemisia herba-alba merupakan semak abadi dari genus Artemisia yang banyak ditemukan di padang rumput kering wilayah Mediterania, meliputi Afrika Utara (terutama kawasan Maroko), Asia Barat seperti Semenanjung Arab, serta Eropa bagian barat daya.[2] Tanaman ini memiliki nilai penting dalam pengobatan tradisional, di mana ia dimanfaatkan sebagai antiseptik alami dan obat antispasmodik untuk meredakan kejang otot dan gangguan pencernaan.
Julukan spesifik herba-alba berasal dari bahasa Latin yang berarti “ramuan putih,” mengacu pada warna batang dan daun tanaman yang tampak keputihan akibat lapisan rambut halus di permukaannya.[3] Dalam berbagai bahasa dan tradisi, tanaman ini memiliki sebutan yang beragam. Dalam bahasa Arab dikenal sebagai syīeḥ (الشيح),[4] dalam bahasa Ibrani Perjanjian Lama disebut la'anah (לענה),[5] sedangkan dalam bahasa Yunani kuno disebut apsinthos. Nama terakhir ini juga muncul dalam teks Alkitab yaitu Kitab Wahyu 8:10–11 dengan bentuk Latin Apsintus.[6]
Artemisia herba-alba merupakan semak pendek yang tumbuh setinggi 20–40 cm. Daunnya beraroma kuat dan tertutup rambut kelenjar halus yang memantulkan cahaya, sehingga memberikan tampilan abu-abu keperakan pada seluruh tanaman. Daun pada tunas steril berwarna abu-abu dan berbentuk bulat telur hingga hampir bundar, sedangkan daun pada batang berbunga yang lebih banyak muncul di musim dingin dan berukuran lebih kecil.[7] Perbungaan tanaman ini terdiri atas kepala bunga yang rapat, berbentuk lonjong dan meruncing di bagian pangkal. Masa berbunga berlangsung dari September hingga Desember,[8] dengan wadah bunga yang tidak berbulu dan masing-masing kepala bunga berisi dua hingga lima bunga hermafrodit berwarna kekuningan.[7]
Artemisia herba-alba dikenal sebagai pakan bernilai tinggi bagi hewan ternak, terutama domba dan sapi yang merumput di padang rumput Aljazair.[9] Dalam pengobatan tradisional Irak, tanaman ini sering dimanfaatkan sebagai bahan utama teh herbal untuk membantu mengatasi kencing manis atau diabetes mellitus.[10] Penelitian juga menunjukkan bahwa ekstrak air dari bagian atas tanaman ini memiliki efek menurunkan kadar gula darah pada hewan percobaan, seperti kelinci dan tikus yang menderita diabetes akibat induksi aloksan.[11][12][13]