Artemisia I dari Caria adalah ratu negara kota Yunani Kuno dari Halikarnasos yang sekarang berada di Bodrum, Turki. Ia juga merupakan ratu dari Kos, Nisyros dan Kalymnos di Kesatrapan Caria di Kekaisaran Akhemeniyah pada sekitar 480 SM. Ia berketurunan Karia-Yunani dari ayahnya, Lygdamis I, dan Yunani Kreta dari ibunya. Ia merupakan sekutu dari Xerxes Agung melawan negara-negara Yunani Kuno selama Invasi Yunani kedua oleh Persia. Secara pribadi, Artemisia memimpin armada kapal perang di Pertempuran Artemision dan di perang laut di Pertempuran Salamis pada 480 SM. Ia terutama dikenal melalui tulisan Herodotos, yang merupakan penduduk asli Halikarnasos, yang memuji keberaniannya dan menceritakan rasa hormat yang diberikan Xerxes kepadanya.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Artemisia I dari Caria Ἀρτεμισίαcode: grc is deprecated (Greek) | |
|---|---|
| Ratu Halikarnasos, Kos, Nisyros, dan Kalymnos | |
Lukisan karya seniman Jerman Wilhelm von Kaulbach yang menggambarkan Artemisia menembakkan panah ke armada Yunani selama Pertempuran Salamis, 1868[1] | |
| Berkuasa | fl. 480 BC |
| Pendahulu | "Tidak diketahui" (suami) |
| Penerus | Pisindelis |
| Kelahiran | Halikarnasos (Bodrum, Turki masa kini) |
| Keturunan | Pisindelis |
| Dinasti | Lygdamid |
| Ayah | Lygdamis I |
| Agama | Greek polytheism |
Artemisia I dari Caria (Yunani Kuno: Ἀρτεμισίαcode: grc is deprecated ; transl. Ártemisía; fl. 480 SM) adalah ratu negara kota Yunani Kuno dari Halikarnasos yang sekarang berada di Bodrum, Turki. Ia juga merupakan ratu dari Kos, Nisyros dan Kalymnos[2] di Kesatrapan Caria di Kekaisaran Akhemeniyah pada sekitar 480 SM.[2] Ia berketurunan Karia-Yunani dari ayahnya, Lygdamis I, dan Yunani Kreta dari ibunya.[3] Ia merupakan sekutu dari Xerxes Agung melawan negara-negara Yunani Kuno selama Invasi Yunani kedua oleh Persia.[4] Secara pribadi, Artemisia memimpin armada kapal perang di Pertempuran Artemision[5] dan di perang laut di Pertempuran Salamis pada 480 SM. Ia terutama dikenal melalui tulisan Herodotos, yang merupakan penduduk asli Halikarnasos, yang memuji keberaniannya dan menceritakan rasa hormat yang diberikan Xerxes kepadanya.
Herodotos mengagumi Artemisia meskipun ia mendukung Persia dalam menginvasi Yunani. Ia mengagumi ketegasan dan kecerdikan Artemisia, memberi penjelasan berdasarkan masa-masa Artemisia menjadi laksamana agung dibawah Xerxes.
Poliainos berkata bahwa Xerxes sangat mengagumi kegagahan Artemisia. Di buku kedelapan dari karyanya, Strategi, ia menyebutkan bahwa saat Artemisia (ia mungkin merujuk ke Artemisia I namun lebih memungkinkan bahwa ia merujuk kepada Artemisia II dari Caria) ingin menguasai Latmus, ia menempatkan tentara dalam penyergapan di dekat kota dan ia, bersama para wanita, kasim, dan musisi, merayakan pengorbanan di hutan Bunda Para Dewa, yang berjarak sekitar tujuh stadia dari kota. Ketika penduduk Latmus keluar untuk menyaksikan prosesi yang megah itu, para tentara memasuki kota dan merebutnya.[6]

Beberapa kapal moderen diberikan nama Artemisia. Sebuah kapal perusak Iran selama Dinasti Pahlavi diberikan nama Artemis atas hormat kepadanya.[7] Kapal perusak ini adalah kapal terbesar di Angkatan Laut Iran. Nama sebelumnya dari kapal feri Yunani, Panagia Skiadeni, adalah Artemisia (dahulu Star A, Orient Star dan Ferry Tachibana).[8]
Asosiasi Budaya Artemisia dari kotamadya Nea Alikarnassos di Kreta, yang didirikan pada tahun 1979, dinamai menurut nama Ratu Artemisia.[9]
Artemisia muncul di dua film. Di film The 300 Spartans (1962), Artemisia dimainkan oleh Anne Wakefield. Artemisia kembali muncul pada film 300: Rise of an Empire (2014) sebagai seorang komandan armada Persia yang hendak menginvasi Yunani dan berperan sebagai antagonis utama. Ia dimainkan oleh Eva Green.[10][11]