Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Arhenotoki

Arhenotoki adalah bentuk partenogenesis di mana hanya individu jantan yang dihasilkan dari telur yang tidak dibuahi. Dalam sistem ini, betina berkembang dari telur yang dibuahi (diploid), sedangkan jantan berasal dari telur yang tidak dibuahi (haploid). Arhenotoki merupakan strategi reproduksi yang umum ditemukan pada kelompok serangga tertentu, khususnya dalam ordo Hymenoptera, seperti lebah, semut, dan tawon.

Wikipedia article
Diperbarui 11 Juli 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Informasi biologis
BidangReproduksi, Genetika, Entomologi
JenisPartenogenesis
Organisme umumLebah, Semut, Tawon
  • l
  • b
  • s

Arhenotoki adalah bentuk partenogenesis di mana hanya individu jantan yang dihasilkan dari telur yang tidak dibuahi. Dalam sistem ini, betina berkembang dari telur yang dibuahi (diploid), sedangkan jantan berasal dari telur yang tidak dibuahi (haploid). Arhenotoki merupakan strategi reproduksi yang umum ditemukan pada kelompok serangga tertentu, khususnya dalam ordo Hymenoptera, seperti lebah, semut, dan tawon.[1]

Mekanisme

Dalam arhenotoki, fertilisasi telur menentukan jenis kelamin keturunan. Telur yang dibuahi berkembang menjadi betina diploid, sedangkan telur yang tidak dibuahi berkembang menjadi jantan haploid. Fenomena ini dikenal sebagai sistem **penentuan jenis kelamin haplodiploid**. Sistem ini memungkinkan koloni sosial serangga seperti lebah madu untuk mempertahankan struktur sosial yang kompleks, karena betina memiliki tingkat kekerabatan genetik yang lebih tinggi antar sesama saudara betina.

Contoh organisme

Beberapa contoh organisme yang bereproduksi secara arrhenotokous antara lain:

  • Apis mellifera (lebah madu)
  • Nasonia vitripennis (tawon parasit)
  • Myrmica spp. (semut)
  • Beberapa spesies tungau dan kutu putih

Variasi dan terminologi

Kadang-kadang istilah "arhenotoki" digunakan secara luas untuk merujuk pada setiap jenis partenogenesis yang menghasilkan keturunan jantan. Namun, dalam pengertian yang lebih sempit dan teknis, arhenotoki dibedakan dari bentuk lain seperti:

  • Telitoki – hanya menghasilkan betina dari telur tidak dibuahi.
  • Deuterotoki – menghasilkan jantan dan betina dari telur tidak dibuahi.

Signifikansi evolusioner

Arhenotoki memberikan keuntungan evolusioner bagi serangga sosial, memungkinkan fleksibilitas dalam penentuan jenis kelamin keturunan dan efisiensi dalam penyebaran genetik tanpa memerlukan pasangan untuk menghasilkan jantan. Selain itu, sistem ini mendukung evolusi perilaku altruistik dalam koloni.

Referensi

  1. ↑ Whiting, Paul W. (1933). "Multiple alleles in complementary sex determination of Habrobracon". Genetics. 18: 453–473. PMID 17246786.

Pranala luar

  • NCBI – Multiple alleles in sex determination (Whiting, 1933)
  • Encyclopaedia Britannica – Arhenotoki
  • ScienceDirect – Arhenotoki topic

Lihat pula

  • Haplodiploidy
  • Parthenogenesis
  • Sistem penentuan jenis kelamin pada serangga
  • Eusosialitas

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Mekanisme
  2. Contoh organisme
  3. Variasi dan terminologi
  4. Signifikansi evolusioner
  5. Referensi
  6. Pranala luar
  7. Lihat pula
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026