Arie Setiabudi Soesilo adalah seorang sosiolog Indonesia dan administrator akademik di Universitas Indonesia (UI). Ia menjabat sebagai wakil rektor bidang kemahasiswaan universitas tersebut dari tahun 2002 hingga 2005 dan sebagai dekan fakultas ilmu sosial dan ilmu politik dari 2013 hingga 2021.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Arie Setiabudi Soesilo | |
|---|---|
| Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia | |
| Masa jabatan 20 Januari 2013 – 20 Januari 2021 | |
| Wakil Rektor Universitas Indonesia Bidang Kemahasiswaan dan Hubungan Alumni | |
| Masa jabatan 11 Oktober 2002 – 2005 | |
Pengganti jabatan dihapuskan (digantikan oleh Direktur Kemahasiswaan dan Hubungan Alumni) | |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | 5 Januari 1962 Magelang, Jawa Tengah, Hindia Belanda |
| Suami/istri | Natalia Wulandari |
| Anak | 2 |
| Orang tua |
|
| Kerabat | Hendri Dwi Saptioratri Budiono (saudara) |
| Pendidikan | Universitas Indonesia (S.Sos., Dr.) Purdue University (MA) |
| Latar belakang akademis | |
| Tesis | Jaringan Purnawirawan TNI Dalam Politik: Studi dengan Pendekatan Actor-Network Theory tentang Masuknya Purnawirawan TNI ke Ranah Politik dalam Pembentukan Karakteristik Relasi Sipil-Militer Pasca Reformasi TNI (2013) |
| Pembimbing doktoral | Iwan Gardono Sudjatmiko Sudarsono Hardjosoekarto |
| Karya akademis | |
| Disiplin ilmu | Sosiologi |
| Cabang disiplin ilmu | Sosiologi militer |
Arie Setiabudi Soesilo (lahir 5 Januari 1962) adalah seorang sosiolog Indonesia dan administrator akademik di Universitas Indonesia (UI). Ia menjabat sebagai wakil rektor bidang kemahasiswaan universitas tersebut dari tahun 2002 hingga 2005 dan sebagai dekan fakultas ilmu sosial dan ilmu politik dari 2013 hingga 2021.
Arie lahir pada 5 Januari 1962 di Magelang[1][2] sebagai anak bungsu dari Soesilo, seorang pensiunan letnan kolonel TNI Angkatan Darat, dan Djacroniah. Saudaranya, Hendri Dwi Saptioratri Budiono, pernah menjabat sebagai dekan fakultas teknik universitas tersebut dari 2018 hingga 2022.[3] Setelah lulus dari sekolah menengah atas tahun 1980, Arie mulai belajar sosiologi di UI. Ia lulus dari universitas tersebut dengan gelar sarjana ilmu sosial pada tahun 1988. Ia kemudian melanjutkan studi bidang tersebut di Purdue University dan lulus pada tahun 1991.[4]
Arie memulai studi doktoral di bidang sosiologi di UI pada tahun 2009 dan melakukan penelitian tentang sosiologi militer. Promotor doktornya adalah Iwan Gardono Sudjatmiko sebagai pembimbing utama dan mantan pejabat departemen dalam negeri Sudarsono Hardjosoekarto. Disertasinya, berjudul Jaringan Purnawirawan Militer (TNI) dalam Politik: Studi dengan Pendekatan Actor Network Theory Mengenai Purnawirawan Militer (TNI) yang Memasuki Dunia Politik dalam Kerangka Hubungan Sipil-Militer Pasca Reformasi TNI, dipertahankan pada 3 Juli 2013. Ia meraih gelar doktor dengan IPK nyaris sempurna yaitu 3,98.[5]
Arie mulai mengajar sosiologi di almamaternya tak lama setelah memperoleh gelar magister. Dari tahun 1992 hingga 1998, Arie menjadi koordinator penasihat akademik mahasiswa di departemen sosiologi, melayani di bawah ketua departemen Kamanto Sunarto. Setelah Kamanto terpilih sebagai dekan fakultas pada tahun 1998, Arie menjadi wakil dekan bidang kemahasiswaan. Ia terus menjabat posisi tersebut setelah Kamanto digantikan oleh profesor administrasi publik Martani Huseini pada 2001.[2] Selama masa jabatan dekan, Arie mendapat kepercayaan untuk mengarahkan jalannya pelaksanaan Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) yang diselenggarakan di UI tahun 2000.[6]
Dalam pemilihan rektor Universitas Indonesia tahun 2002, Martani bersaing dengan pelaksana tugas rektor Usman Chatib Warsa, di mana ia kalah hanya selisih satu suara. Kendati pernah bertugas di bawah Martani, Arie tetap diangkat sebagai wakil rektor bidang kemahasiswaan dan hubungan alumni oleh Usman pada 11 Oktober 2002.[7] Arie bertanggung jawab membina badan eksekutif mahasiswa universitas dan organisasi mahasiswa lainnya. Sebagai wakil rektor, Arie menangani peristiwa wafatnya lima anggota BEM UI di pantai Cikuya, Serang, Banten, pada tahun 2003.[8] Arie mendukung pelaksanaan orientasi mahasiswa dengan aturan ketat dan mengupayakan agar program orientasi dijauhkan dari praktik yang merugikan.[9] Menyikapi pemilihan umum legislatif 2004, UI menjadi salah satu dari sedikit universitas yang mengizinkan kampanye politik dilakukan di kampus. Arie menyatakan bahwa kampanye di kampus dilakukan dalam bentuk pertemuan terbatas antara mahasiswa dan perwakilan partai politik.[10]
Pada tahun 2005, Usman melakukan reorganisasi terhadap sistem tata kelola universitas yang mengurangi jumlah wakil rektor dari lima menjadi dua: akademik dan non-akademik. Akibatnya, jabatan wakil rektor Arie dihapus. Urusan kemahasiswaan dan hubungan alumni ditangani oleh direktur yang berada di bawah wakil rektor bidang akademik.[11] Sebelumnya, Arie sudah mengumumkan pengunduran dirinya dari posisi tersebut pada Oktober 2004.[12] Pada awal masa jabatannya sebagai direktur pada September 2005 Arie menghadapi aksi protes mahasiswa terkait kenaikan uang pangkal bagi mahasiswa baru.[13]
Setelah lima tahun, Usman mengakhiri masa jabatannya sebagai rektor. Usman kemudian digantikan oleh junior Arie, Gumilar Rusliwa Somantri, pada 2007. Gumilar melakukan reorganisasi terhadap direktorat di UI, termasuk memisahkan direktorat kemahasiswaan dan hubungan alumni menjadi dua direktorat. Arie kemudian menjabat sebagai direktur hubungan alumni, sementara mantan ketua BEM UI Kamaruddin menjadi direktur kemahasiswaan. Arie dan sejumlah pejabat UI lainnya dilantik pada 25 Oktober 2007.[2] Sebagai direktur alumni, Arie mengadakan Homecoming Day untuk mengumpulkan alumni UI di kampus[14] dan mengoordinasikan upaya alumni untuk memberikan beasiswa bagi mahasiswa yang kurang mampu.[15]
Pada 20 Desember 2013, Arie dilantik sebagai dekan FISIP UI[16] setelah menjalani proses seleksi pada Oktober tahun itu.[17] Ia dilantik untuk masa jabatan kedua pada 20 Februari 2017 setelah menjadi satu-satunya calon untuk posisi tersebut.[18]
Arie menikah dengan Natalia Wulandari dan memiliki dua orang anak.[1]