PT Archi Indonesia Tbk sebuah perusahaan pertambangan emas yang berkantor pusat di Jakarta dan mengelola tambang emas di Minahasa Utara.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Jenis perusahaan | Perseroan terbatas |
|---|---|
| Kode emiten | BEI: ARCI |
| Industri | Pertambangan |
| Didirikan | 14 September 2010 (2010-09-14) |
| Kantor pusat | Jakarta Selatan, DKI Jakarta |
Wilayah operasi | Indonesia |
Tokoh kunci | Rudy Suhendra[1] (Direktur Utama) Kenneth Ronald Kennedy Crichton[2] (Komisaris Utama) |
| Produk | Emas dan perak |
| Merek | Lotus |
| Pendapatan | |
| Total aset | |
| Total ekuitas | |
| Pemilik | PT Rajawali Corpora (85%) PT Basis Utama Prima (6,17%) |
Karyawan | |
| Anak usaha | PT Meares Soputan Mining PT Tambang Tondano Nusajaya PT Jasa Pertambangan Perkasa PT Karya Kreasi Mulia PT Elang Mulia Abadi Sempurna Archipelago Resources Pte Ltd |
| Situs web | archiindonesia |
PT Archi Indonesia Tbk sebuah perusahaan pertambangan emas yang berkantor pusat di Jakarta dan mengelola tambang emas di Minahasa Utara.[3][4]
Perusahaan ini didirikan oleh Rajawali Corpora pada bulan September 2010. Pada tahun 2011, perusahaan ini mengakuisisi 5% saham PT Meares Soputan Mining dan PT Tambang Tondano Nusajaya yang mengelola Tambang Emas Toka Tindung di Minahasa Utara dengan kapasitas pengolahan sebesar 1,7 juta ton per tahun. Pada tahun 2014, perusahaan ini mengakuisisi Archipelago Resources Pte Ltd dan Archipelago Resources Plc yang memegang 95% saham PT Meares Soputan Mining dan PT Tambang Tondano Nusajaya.
Pada tahun 2016, perusahaan ini meningkatkan kapasitas pabrik pengolahan emasnya menjadi 2,1 juta ton per tahun. Pada tahun 2018, perusahaan ini kembali meningkatkan kapasitas pabrik pengolahan emasnya menjadi 3 juta ton per tahun. Pada tahun 2019, bersama PT Royal Raffles Capital, perusahaan ini mendirikan PT Elang Mulia Abadi Sempurna untuk berbisnis di bidang perdagangan emas.
Pada tahun 2021, perusahaan ini resmi melantai di Bursa Efek Indonesia[5] dan meningkatkan kapasitas pabrik pengolahan emasnya menjadi 4 juta ton per tahun. Pada tahun 2023, perusahaan ini menyelesaikan pembangunan pabrik emas batangan.[3][4]