Arkade adalah elemen arsitektur yang terdiri dari serangkaian lengkungan yang didukung oleh kolom, tiang, atau pilar. Arkade dapat berfungsi sebagai bagian dari bangunan atau berdiri sendiri sebagai struktur yang berdiri bebas. Arkade dapat menjadi bagian dari bangunan utama maupun berdiri sendiri sebagai elemen independen. Dalam berbagai peradaban, arkade digunakan untuk menciptakan jalur beratap yang memberikan perlindungan bagi pejalan kaki dari cuaca ekstrem, baik panas matahari maupun hujan.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Arkade adalah elemen arsitektur yang terdiri dari serangkaian lengkungan yang didukung oleh kolom, tiang, atau pilar. Arkade dapat berfungsi sebagai bagian dari bangunan atau berdiri sendiri sebagai struktur yang berdiri bebas. Arkade dapat menjadi bagian dari bangunan utama maupun berdiri sendiri sebagai elemen independen. Dalam berbagai peradaban, arkade digunakan untuk menciptakan jalur beratap yang memberikan perlindungan bagi pejalan kaki dari cuaca ekstrem, baik panas matahari maupun hujan.[1]
Beberapa karakteristik utama arkade meliputi:
Arkade telah menjadi bagian dari arsitektur berbagai peradaban sejak zaman kuno hingga era modern. Selain berfungsi sebagai elemen struktural dan praktis, arkade juga memiliki nilai estetika yang menambah keindahan suatu bangunan.
Konsep arkade telah dikenal sejak zaman peradaban kuno, khususnya dalam arsitektur Romawi dan Yunani. Bangsa Romawi secara luas mengadopsi penggunaan arkade dalam berbagai struktur monumental, di antaranya:
Pada masa Abad Pertengahan, arkade banyak digunakan dalam bangunan keagamaan dan benteng pertahanan. Salah satu penerapannya yang paling umum adalah di klaustrum (halaman tertutup di dalam kompleks Biara), yang memberikan ruang meditatif dan tenang bagi para biarawan. Contoh terkenal dari penerapan arkade di era ini antara lain:
Selain dalam bangunan keagamaan, arkade juga dimanfaatkan dalam desain pasar dan jalur perbelanjaan tertutup di kota-kota Eropa, memberikan perlindungan bagi pedagang dan pembeli.[2]
Pada periode Renaisans dan Barok arkade tidak hanya berfungsi sebagai elemen struktural, tetapi juga menjadi bagian dari estetika yang lebih dekoratif dan monumental. Beberapa contoh arkade terkenal dari periode ini meliputi:
Pada abad ke-19, konsep arkade berkembang lebih lanjut dalam bentuk pusat perbelanjaan tertutup, yang dikenal sebagai shopping arcade. Pusat perbelanjaan ini menjadi cikal bakal mal modern. Beberapa contoh bersejarah meliputi:
Dalam arsitektur modern, arkade tetap digunakan dalam berbagai bentuk, baik sebagai bagian dari desain perkotaan maupun dalam pusat perbelanjaan dan jalur pedestrian tertutup.
Arkade dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa jenis berdasarkan desain dan fungsinya, antara lain:
Selain dalam arsitektur, istilah "arkade" juga merujuk pada beberapa aspek budaya populer, seperti:
Beberapa arkade yang terkenal di dunia antara lain:
Sebagai elemen arsitektural yang telah berkembang sejak zaman kuno, arkade memiliki nilai estetika dan fungsional yang signifikan dalam berbagai bentuk bangunan. Penggunaannya yang beragam, mulai dari saluran air Romawi hingga pusat perbelanjaan modern, mencerminkan adaptabilitas dan daya tariknya dalam berbagai konteks budaya. Selain itu, konsep arkade juga terus berkembang, baik dalam perancangan perkotaan maupun dalam budaya populer. Dengan sejarah panjang dan aplikasinya yang beragam, arkade tetap menjadi elemen desain yang relevan dalam arsitektur kontemporer.