Arca Garuda Wisnu adalah sebuah arca yang menggambarkan Dewa Wisnu sedang duduk di atas burung Garuda sebagai wahana atau kendaraan. Arca ini terbuat dari batu andesit dan berasal dari abad ke-9 hingga ke-10 Masehi, ditemukan di wilayah Sleman, Yogyakarta.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Arca Garuda Wisnu adalah sebuah arca yang menggambarkan Dewa Wisnu sedang duduk di atas burung Garuda sebagai wahana atau kendaraan. Arca ini terbuat dari batu andesit dan berasal dari abad ke-9 hingga ke-10 Masehi, ditemukan di wilayah Sleman, Yogyakarta.[1]
Arca Garuda Wisnu merupakan representasi artistik yang menggambarkan Dewa Wisnu dalam posisi duduk di atas burung Garuda sebagai wahana atau kendaraan ilahinya. Dibuat dari bahan batu atau logam, arca ini memiliki signifikansi historis dan budaya yang penting dalam tradisi Hindu di Indonesia, khususnya di Bali.
Secara ikonografis, arca ini menampilkan Dewa Wisnu dengan empat tangan yang memegang atribut-atribut khas seperti cakra dan sangkha, dalam posisi pralambha dengan kaki kanan tergantung dan kaki kiri bersila. Garuda digambarkan dengan karakteristik gabungan antara manusia dan elang yang memiliki kepala, sayap, ekor, dan paruh elang, tetapi dengan tubuh dan anggota badan manusia. Posisinya dengan sayap mengembang dan ekor terangkat berfungsi sebagai sandaran bagi Wisnu. Representasi ini melambangkan hubungan spiritual antara Wisnu sebagai dewa pemelihara alam semesta dan Garuda sebagai simbol kekuatan, keberanian, serta perlindungan dari segala bentuk kejahatan.
Arca Garuda Wisnu memiliki pengaruh yang melampaui konteks keagamaan, menjadi inspirasi bagi desain Lambang Negara Indonesia, Garuda Pancasila. Khususnya, arca Garuda Wisnu yang terdapat di Pengelola Informasi Majapahit (PIM) di Trowulan, Mojokerto, memberikan kontribusi signifikan terhadap konsep lambang negara tersebut. Sebagai bagian dari warisan budaya Nusantara, arca ini banyak ditemukan di berbagai candi Hindu, termasuk Candi Prambanan, dan terus memainkan peran penting dalam pelestarian tradisi seni dan keagamaan di Indonesia..[2][3]
Lokasi arca ini secara spesifik tercatat berasal dari daerah Sleman, tepatnya dari hasil temuan di sekitar Kalasan, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Selain itu, arca Garuda juga pernah menjadi bagian dari kompleks Candi Prambanan yang terletak di Desa Bokoharjo, Prambanan, Sleman, Yogyakarta, dan sebagian di Klaten, Jawa Tengah. Di depan candi Wisnu di kompleks Prambanan terdapat candi yang dipersembahkan untuk Garuda sebagai wahana Wisnu, meskipun kini arca Garuda asli tidak lagi ditemukan di sana.[1][3]