Pada filogenetika, apomorfi atau sifat turunan adalah sebuah karakter baru atau sebuah keadaan karakter yang sudah berevolusi dari wujud leluhurnya. Sementara itu, sinapomorfi adalah apomorfi yang dimiliki oleh dua atau lebih takson, dan oleh karena itu, dihipotesiskan bahwa ciri tersebut berevolusi pada nenek moyang bersama paling terkini. di kladistika, sinapomorfi menyiratkan homologi.
Contoh dari apomorfi adalah gaya jalan tegak, bulu, evolusi tulang pendengaran mamalia dan kelenjar susu di mamalia, namun tidak pada hewan vertebrata lainnya seperti amfibi atau reptil, yang masih memiliki ciri leluhur yaitu cara berjalan merangkak dan tidak memiliki bulu. Oleh karena itu, ciri turunan tersebut adalah sinapomorfi mamalia secara umum karena tidak dimiliki (dibagi) oleh hewan vertebrata lainnya.[11]
↑Futuyma, Douglas J.; Kirkpatrick, Mark (2017). "Tree of life". Evolution (Edisi 4th). Sunderland, Mass.: Sinauer Associates. hlm.27–53.
12Futuyma, Douglas J.; Kirkpatrick, Mark (2017). "Phylogeny: The unity and diversity of life". Evolution (Edisi 4th). Sunderland, Mass.: Sinauer Associates. hlm.401–429.
↑"Reconstructing trees: Cladistics". Understanding Evolution. University of California Museum of Paleontology. 5 May 2021. Diakses tanggal 16 October 2021.
↑Hillis, David M.; Sadava, David; Hill, Richard W.; Price, Mary V. (2014). "Reconstructing and using phylogenies". Principles of Life (Edisi 2nd). Sunderland, Mass.: Sinauer Associates. hlm.325–342. ISBN978-1464175121.