Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Apomorfi dan sinapomorfi

Pada filogenetika, apomorfi atau sifat turunan adalah sebuah karakter baru atau sebuah keadaan karakter yang sudah berevolusi dari wujud leluhurnya. Sementara itu, sinapomorfi adalah apomorfi yang dimiliki oleh dua atau lebih takson, dan oleh karena itu, dihipotesiskan bahwa ciri tersebut berevolusi pada nenek moyang bersama paling terkini. di kladistika, sinapomorfi menyiratkan homologi.

Wikipedia article
Diperbarui 16 Januari 2024

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Apomorfi dan sinapomorfi
Filogeni yang menunjukkan terminologi mengenai pola berbeda keadaan karakter.[1]

Pada filogenetika, apomorfi atau sifat turunan adalah sebuah karakter baru atau sebuah keadaan karakter yang sudah berevolusi dari wujud leluhurnya (atau plesiomorfi).[2][3][4] Sementara itu, sinapomorfi adalah apomorfi yang dimiliki oleh dua atau lebih takson, dan oleh karena itu, dihipotesiskan bahwa ciri tersebut berevolusi pada nenek moyang bersama paling terkini.[5][6][3][7][8][9][10] di kladistika, sinapomorfi menyiratkan homologi.[6]

Contoh dari apomorfi adalah gaya jalan tegak, bulu, evolusi tulang pendengaran mamalia dan kelenjar susu di mamalia, namun tidak pada hewan vertebrata lainnya seperti amfibi atau reptil, yang masih memiliki ciri leluhur yaitu cara berjalan merangkak dan tidak memiliki bulu. Oleh karena itu, ciri turunan tersebut adalah sinapomorfi mamalia secara umum karena tidak dimiliki (dibagi) oleh hewan vertebrata lainnya.[11]

Referensi

  1. ↑ Roderick D.M. Page; Edward C. Holmes (14 July 2009). Molecular Evolution: A Phylogenetic Approach. John Wiley & Sons. ISBN 978-1-4443-1336-9.
  2. ↑ Futuyma, Douglas J.; Kirkpatrick, Mark (2017). "Tree of life". Evolution (Edisi 4th). Sunderland, Mass.: Sinauer Associates. hlm. 27–53.
  3. 1 2 Futuyma, Douglas J.; Kirkpatrick, Mark (2017). "Phylogeny: The unity and diversity of life". Evolution (Edisi 4th). Sunderland, Mass.: Sinauer Associates. hlm. 401–429.
  4. ↑ "Reconstructing trees: Cladistics". Understanding Evolution. University of California Museum of Paleontology. 5 May 2021. Diakses tanggal 16 October 2021.
  5. ↑ Roderick D.M. Page; Edward C. Holmes (14 July 2009). Molecular Evolution: A Phylogenetic Approach. John Wiley & Sons. ISBN 978-1-4443-1336-9.
  6. 1 2 Kitching, Ian J.; Forey, Peter L.; Williams, David M. (2001). "Cladistics". Dalam Levin, Simon A. (ed.). Encyclopedia of Biodiversity (Edisi 2nd). Elsevier. hlm. 33–45. doi:10.1016/B978-0-12-384719-5.00022-8. ISBN 9780123847201. Diakses tanggal 29 August 2021.)
  7. ↑ Hillis, David M.; Sadava, David; Hill, Richard W.; Price, Mary V. (2014). "Reconstructing and using phylogenies". Principles of Life (Edisi 2nd). Sunderland, Mass.: Sinauer Associates. hlm. 325–342. ISBN 978-1464175121.
  8. ↑ Currie PJ, Padia K (1997). Encyclopedia of Dinosaurs. Elsevier. hlm. 543. ISBN 978-0-08-049474-6.
  9. ↑ Concise Encyclopedia Biology. Tubingen, DEU: Walter de Gruyter. 1996. hlm. 366. ISBN 9783110106619.
  10. ↑ Barton N, Briggs D, Eisen J, Goldstein D, Patel N (2007). "Phylogenetic Reconstruction". Evolution. Cold Spring Harbor Laboratory Press.
  11. ↑ Baum, David (2008). "Trait Evolution on a Phylogenetic Tree: Relatedness, Similarity, and the Myth of Evolutionary Advancement". Nature Education. 1 (1): 191.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Referensi

Artikel Terkait

Garis besar biologi

daftar artikel yang berkaitan dengan cabang biologi

Burung

binatang dari tetrapoda

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026