Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Antefiks

Antefiks atau simbar adalah hiasan berbentuk seperti segitiga pada bagian luar atap suatu bangunan. Keberadaan antefiks membuat banginan terkesan lebih tinggi dari ukuran aslinya. Candi-candi langgam di Jawa Timur banyak menggunakan antefiks.

Blok Terminal Untuk Ubin Penutup Atap
Diperbarui 23 November 2023

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Antefiks
Antefiks di Candi Plaosan Lor.

Antefiks atau simbar adalah hiasan berbentuk seperti segitiga pada bagian luar atap suatu bangunan. Keberadaan antefiks membuat banginan terkesan lebih tinggi dari ukuran aslinya. Candi-candi langgam di Jawa Timur banyak menggunakan antefiks.

Asal kata

Antefiks berasal dari kata bahasa Latin yakni antefixa. Kata ini sendiri ditulis jamak menjadi antefixum, yang berarti sesuatu yang dipasang di depan: ante- berarti di depan dan fixus artinya dipasang, bentuk masa lalu dari kata figere, memasang.[1] Antefiks dikenal pula dengan nama simbar.[2]

Fungsi

Fungsi utama dari antefiks sebagai hiasan. Letaknya berada di bagian puncak dinding dan kornis. Keberadaan antefiks menimbulkan kesan bahwa bangunan lebih tinggi dari ukuran aslinya. Model hiasan dari antefiks dapat beragam.[3]

Pemakaian

Antefiks dapat ditemukan pada candi-candi langgam di Jawa Timur. Lokasinya di bagian tengah dan sudut pada atap.[4] Antefiks dengan hiasan tanduk kijang banyak ditemukan pada candi.[5] Selain itu, antefiks dengan hiasan Hapsara-Hapsari dapat ditemukan pada Candi Pringapus. Hapsara-Hapsari merupakan penggambaran dari makhluk setengah dewa.[6]

Referensi

  1. ↑ Istari, T.M. Rita (April 2015). Sulistyanto, Bambang (ed.). Ragam Hias Candi-Candi di Jawa: Motif dan Maknanya (PDF). Yogyakarta: Kepel Press. hlm. 71. ISBN 978-602-1228-99-9. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ Sudarsono; Astuti, Retna; Sunjata, I. W. Pantja; Javanologi (Indonesia), Proyek (1986). Makna Peninggalan Arkeologi dalam Kebudayaan Jawa. Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Nusantara (Javanologi), Direktorat Jenderal Kebudayaan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. hlm. 74. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ↑ Tim Infografik Kompas (2014). Indonesia dalam Infografik. Penerbit Buku Kompas. hlm. 24. ISBN 978-979-709-841-4. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ↑ Eni, S. P., dan Tsabit, A. H. (2017). Arsitektur Kuno Kerajaan-Kerajaan Kediri, Singasari dan Majapahit di Jawa Timur (PDF). Jakarta: Rajawali Pers. hlm. 22. ISBN 978-623-231-050-6. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. ↑ Arafat, M. Yaser (Mei 2022). Nisan Hanyakrakusuman: Batu Keramat dari Pasarean Sultanagungan di Yogyakarta (PDF). Yogyakarta: Suka Press. hlm. 39. ISBN 978-623-7816-47-8. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. ↑ Istari, T.M. Rita (April 2015). Sulistyanto, Bambang (ed.). Ragam Hias Candi-Candi di Jawa: Motif dan Maknanya (PDF). Yogyakarta: Kepel Press. hlm. 71. ISBN 978-602-1228-99-9. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)


Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Asal kata
  2. Fungsi
  3. Pemakaian
  4. Referensi

Artikel Terkait

Transjakarta

layanan bus raya terpadu di Indonesia

Perumahan di Jepang

berhadapan dengan ubin keramik. Interior sering memiliki dinding kering, dicat atau dengan penutup dinding. Ubin adalah bahan atap yang umum; itu bisa

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026