Andreas Corsini (1302-1373) adalah seorang uskup Fiesole dan seorang yang gigih mengusahakan perdamaian di antara bangsawan-bangsawan Italia yang suka berperang. Andreas lahir di sebuah keluarga bangsawan di Corsini, Italia. Semula, Andreas hidup dengan berfoya-foya tetapi ia bertekad mengubah dirinya sehingga memutuskan untuk masuk ke biara Karmelit pada tahun 1318. Ia ditahbis sebagai imam pada tahun 1328, lalu dikirim untuk belajar di Paris selama tiga tahun. Ketika kembali ke kota asalnya, ia dipilih sebagai pemimpin dari komunitas Karmelit dan berkarya di sana dengan berkhotbah dan menolong orang-orang miskin. Ketika uskup Fiesole meninggal pada tahun 1360, Andreas terpilih untuk mengisi posisi tersebut. Selain terkenal karena sikapnya yang suka menolong orang miskin, ia juga memiliki kemampuan untuk menciptakan perdamaian di antara pihak-pihak yang bertikai. Ia mengusahakan perdamaian di antara bangsawan-bangsawan Italia yang suka berperang maupun antara para bangsawan dengan rakyat.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Santo Andreas Corsini | |
|---|---|
Santo Andreas Corsini, dilukis oleh Guido Reni | |
| Lahir | 1302 Florence, Italia |
| Meninggal | 6 Januari 1374 Fiesole, Italia |
| Dihormati di | Gereja Katolik Roma |
| Kanonisasi | 29 April 1629, Roma oleh Paus Urbanus VIII |
| Tempat ziarah | Florence |
| Pesta | 4 Februari |
Andreas Corsini (1302-1373) adalah seorang uskup Fiesole dan seorang yang gigih mengusahakan perdamaian di antara bangsawan-bangsawan Italia yang suka berperang.[1][2] Andreas lahir di sebuah keluarga bangsawan di Corsini, Italia.[1] Semula, Andreas hidup dengan berfoya-foya tetapi ia bertekad mengubah dirinya sehingga memutuskan untuk masuk ke biara Karmelit pada tahun 1318.[1][2] Ia ditahbis sebagai imam pada tahun 1328, lalu dikirim untuk belajar di Paris selama tiga tahun.[1] Ketika kembali ke kota asalnya, ia dipilih sebagai pemimpin dari komunitas Karmelit dan berkarya di sana dengan berkhotbah dan menolong orang-orang miskin.[1][2] Ketika uskup Fiesole meninggal pada tahun 1360, Andreas terpilih untuk mengisi posisi tersebut.[1] Selain terkenal karena sikapnya yang suka menolong orang miskin, ia juga memiliki kemampuan untuk menciptakan perdamaian di antara pihak-pihak yang bertikai.[1] Ia mengusahakan perdamaian di antara bangsawan-bangsawan Italia yang suka berperang maupun antara para bangsawan dengan rakyat.[2]