Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiAnbasah bin Ishaq adh-Dhabbi
Artikel Wikipedia

Anbasah bin Ishaq adh-Dhabbi

Anbasah bin Isḥāq ad-Ḍabbi adalah seorang gubernur provinsi di Kekhalifahan Abbasiyah pada abad ke-9, menjabat sebagai gubernur Raqqa (833), al-Sind dan Mesir (852–856). Dia adalah orang Arab terakhir yang memegang jabatan gubernur Mesir di bawah kekuasaan khalifah Abbasiyah, dan penerusnya kemudian adalah orang Turk.

Wikipedia article
Diperbarui 20 April 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Anbasah bin Ishaq adh-Dhabbi
عنبسة بن إسحاق الضبي
Gubernur Abbasiyah di Sind
Masa jabatan
840 – 840-an
Sebelum
Pendahulu
Imran bin Musa al-Barmaki
Pengganti
Harun bin Abi Khalid al-Marwrudzi
Sebelum
Gubernur Abbasiyah di Mesir
Masa jabatan
852–856
Sebelum
Pendahulu
Khut Abdul Wahid bin Yahya
Pengganti
Yazid bin Abdullah al-Hulwani
Sebelum
Informasi pribadi
Meninggal860 M
Orang tua
  • Ishaq (ayah)
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Bantuan penggunaan templat ini

Anbasah bin Isḥāq ad-Ḍabbi (bahasa Arab: عنبسة بن إسحاق الضبيcode: ar is deprecated ; meninggal ca 860)[1] adalah seorang gubernur provinsi di Kekhalifahan Abbasiyah pada abad ke-9, menjabat sebagai gubernur Raqqa (833),[2] al-Sind (sekitar tahun 840-an) dan Mesir (852–856). Dia adalah orang Arab terakhir yang memegang jabatan gubernur Mesir di bawah kekuasaan khalifah Abbasiyah, dan penerusnya kemudian adalah orang Turk.

Jabatan Gubernur Al-Sind

Keturunan dari keluarga Arab yang berasal dari al-Basrah,[3] Anbasah diangkat menjadi gubernur tetap al-Sind untuk perwira Turk Itakh, yang telah diberikan administrasi provinsi oleh khalifah. Pada saat pengangkatannya, al-Sind berada dalam keadaan tidak teratur, dan gubernur sebelumnya 'Imran bin Musa al-Barmaki telah terbunuh selama pertikaian di antara orang-orang Arab setempat. Ketika Anbasah tiba di provinsi tersebut, bagaimanapun, sebagian besar orang terkemuka dengan sukarela tunduk kepadanya, dan dia akhirnya mampu menenangkan wilayah tersebut.[4]

Selama masa pemerintahannya di al-Sind, Anbasah merobohkan menara stupa Buddhis di Daybul dan mengubah stupa tersebut menjadi penjara. Ia juga mengambil batu dari pembongkaran tersebut dan memulai proyek untuk membangun kembali Daybul, tetapi ia diberhentikan dari jabatan gubernur sebelum pekerjaan tersebut selesai.[5]

Mengenai tanggal-tanggal jabatan gubernur Anbasah, para sejarawan al-Ya'qubi dan al-Baladzuri memberikan informasi yang berbeda-beda. Al-Ya'qubi mengklaim bahwa ia diangkat oleh Itakh selama kekhalifahan al-Watsiq (m. 842–847) dan menjabat sebagai gubernur selama sembilan tahun, sebelum meninggalkan jabatannya dan kembali ke Irak setelah kejatuhan Itkah pada tahun 849.[6] Di sisi lain, al-Baladzuri menyatakan bahwa ia menjabat sebagai gubernur pada masa pemerintahan al-Mu'tashim (m. 833–842).[5]

Jabatan Gubernur Mesir

Pada tahun 852, Anbasah diangkat sebagai gubernur tetap Mesir, menempatkannya sebagai penanggung jawab keamanan dan salat, dan juga memberinya kendali bersama atas pajak (kharaj), bersama dengan pejabat keuangan setempat. Pengangkatan tersebut diberikan kepadanya oleh pangeran Abbasiyah al-Muntashir, yang telah ditugaskan di provinsi tersebut sebagai bagian dari pengaturan suksesi al-Mutawakkil (m. 847–861).[7]

Ketika menjadi gubernur Mesir, Anbasah berupaya mengurangi penyalahgunaan wewenang para pemungut pajak dan membangun mushallah baru di Fustat, dan sejarawan Mesir al-Kindi menganggapnya sebagai administrator yang adil dan taat beragama.[8] Ia juga bertanggung jawab untuk melaksanakan dekrit anti-zhimmi al-Mutawakkil, dan juga melarang pertunjukan simbol-simbol Kristen dan kepemilikan anggur di tempat umum.[9]

Pada tahun 853, Bizantium melancarkan serangan mendadak terhadap Damietta, menghancurkannya dan menawan banyak tawanan. Kota itu tidak dipertahankan pada saat itu, karena Anbasah telah memanggil pasukan lokal ke Fustat untuk merayakan Hari Arafah. Setelah serangan itu, Anbasah menerima perintah dari al-Mutawakkil untuk membangun benteng di sekitar Damietta untuk melindunginya dari serangan di masa mendatang, dan pembangunan dimulai pada tahun berikutnya.[10]

Di selatan, suku Beja berhenti membayar upeti yang biasa mereka berikan kepada penguasa Mesir dan pada tahun 855 mereka mulai menyerbu pinggiran wilayah Muslim, yang menyebabkan banyak korban. Kegiatan ini mendorong al-Mutawakkil untuk menyelenggarakan ekspedisi hukuman, dan Anbasah diperintahkan untuk menyediakan semua pasukannya yang tersedia untuk kampanye tersebut. Meskipun medan perang sulit, pasukan Muslim memaksa suku Beja untuk meminta perdamaian, dan kepala suku mereka setuju untuk pergi ke Samarra dan menyerahkan diri secara pribadi kepada khalifah.[11]

Pada tahun 855, administrasi Anbasah atas pajak dicabut, sehingga dia hanya bertanggung jawab atas keamanan dan salat. Pada tahun berikutnya, dia diberhentikan dari jabatan gubernur dan digantikan oleh Yazid bin Abdullah al-Hulwani, seorang perwira Turk, dan dia kembali ke Irak sekitar akhir tahun 858. Al-Kindi mencatat bahwa Anbasah adalah orang Arab terakhir yang menjabat sebagai gubernur, sekaligus orang terakhir yang memimpin salat Jumat; sejak saat itu jabatan gubernur diberikan kepada orang Turk, yang akhirnya menyebabkan berdirinya dinasti Thuluniyah pada tahun 868.[12]

Catatan

  1. ↑ Al-Mas'udi 1873, hlm. 289.
  2. ↑ Al-Tabari 1985–2007, v. 32: hlm. 222.
  3. ↑ Ibn Hazm 1982, hlm. 204.
  4. ↑ Al-Ya'qubi 1883, hlm. 585.
  5. 1 2 Al-Baladhuri 1924, hlm. 218.
  6. ↑ Al-Ya'qubi 1883, hlm. 593.
  7. ↑ Al-Kindi 1912, hlm. 200; Al-Ya'qubi 1883, hlm. 595, 596; Al-Tabari 1985–2007, v. 34: hlm. 96
  8. ↑ Al-Kindi 1912, hlm. 200-202.
  9. ↑ Swanson 2010, hlm. 34.
  10. ↑ Al-Kindi 1912, hlm. 201–202; Al-Ya'qubi 1883, hlm. 596–97; Al-Tabari 1985–2007, v. 34: hlm. 124-27
  11. ↑ Al-Tabari 1985–2007, v. 34: pp. 140-45. Ia menyatakan bahwa komandan ekspedisi ini adalah Muhammad ibn 'Abdallah al-Qummi, yang juga disebutkan oleh al-Kindi, hlm. 200, sebagai orang yang ditunjuk Anbasah untuk memimpin syurthah Mesir.
  12. ↑ Al-Kindi 1912, hlm. 202 & ff.

Referensi

  • Al-Baladhuri, Ahmad ibn Jabir (1924). The Origins of the Islamic State, Part II. Trans. Francis Clark Murgotten. New York: Columbia University.
  • Bazmee Ansari, A.S. (1991). "Daybul". The Encyclopedia of Islam, New Edition, Volume II: C–G. Leiden and New York: BRILL. hlm. 188–189. ISBN 90-04-07026-5.
  • Ibn Hazm, Abu Muhammad Ali ibn Ahmad (1982). Jamharat Ansab al-'Arab. Ed. 'Abd al-Salam Muhammad Harun (Edisi Fifth). Cairo: Dar al-Ma'arif.
  • Al-Kindi, Muhammad bin Yusuf (1912). Guest, Rhuvon (ed.). The Governors and Judges of Egypt (dalam bahasa Arab). Leyden and London: E. J. Brill.
  • Al-Mas'udi, Ali ibn al-Husain (1873). Les Prairies D'Or, Tome Septieme. Ed. and Trans. Charles Barbier de Meynard and Abel Pavet de Courteille. Paris: Imprimerie Nationale.
  • Swanson, Mark N. (2010). The Coptic Papacy in Islamic Egypt, 641-1517. Cairo: The American University in Cairo Press. ISBN 978-977-416-093-6.
  • Al-Tabari, Abu Ja'far Muhammad ibn Jarir (1985–2007). Ehsan Yar-Shater (ed.). The History of Al-Ṭabarī. Vol. 40 vols. Albany, NY: State University of New York Press.
  • Al-Ya'qubi, Ahmad ibn Abu Ya'qub (1883). Houtsma, M. Th. (ed.). Historiae, Vol. 2. Leiden: E. J. Brill.
Didahului oleh:
Imran bin Musa al-Barmaki
Gubernur al-Sind
c. 840-an
Diteruskan oleh:
Harun bin Abi Khalid al-Marwrudzi
Didahului oleh:
Khut Abdul Wahid bin Yahya
Gubernur Mesir
852–856
Diteruskan oleh:
Yazid bin Abdullah al-Hulwani

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Jabatan Gubernur Al-Sind
  2. Jabatan Gubernur Mesir
  3. Catatan
  4. Referensi

Artikel Terkait

Penjarahan Damietta (853)

Serangan terhadap kota pelabuhan Damietta pada 22–24 Mei 853

Yazid bin Abdullah al-Hulwani

Yazid bin Abdullah bin Dinar al-Hulwani (juga disebut at-Turki) (bahasa Arab: يزيد بن عبد الله التركيcode: ar is deprecated ) adalah gubernur militer (wālī

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026