Amesha Spenta merupakan sebuah istilah untuk suatu kelas entitas ilahi dalam Zoroastrianisme. Secara umum Amesha Spenta adalah penggunaan istilah untuk merujuk pada enam percikan ilahi dari Ahura Mazda. Dalam tradisi Zoroaster, ini adalah enam emanasi dari Sang Pencipta, melalui siapa semua ciptaan berikutnya dapat diciptakan. Istilah Amesha Spenta diciptakan oleh Zoroastrianisme. Spenta adalah kata karakteristik dari wahyu dalam tradisi zoroastrianisme. Spenta berarti melanjutkan, penguatan, pemurah, suci. Dalam gatha, setiap Amesha Spenta merupakan kualitas moral yang baik bahwa manusia harus berusaha untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik lagi. Dengan demikian, doktrin dari enam percikan ilahi adalah bahwa melalui pikiran yang baik, kata-kata, dan perbuatan, setiap individu harus berusaha untuk mengasimilasi kualitas dari sebuah Amesha Spenta ke dalam diri mereka sendiri. Dalam konteks pandangan Zoroaster mengenai penciptaan, Ahura Mazda Spenta Mainyu adalah instrumen atau prinsip aktif dari tindakan penciptaan. Hal ini juga menjelaskan bahwa Ahura Mazda memiliki sifat yang imanen dalam diri manusia dan juga Pencipta selalu berinteraksi dengan dunia.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Bagian dari seri |
| Zoroastrianisme |
|---|
| Topik utama |
| Malaikat dan iblis |
| Kitab dan penyembahan |
|
| Cerita dan legenda |
| Sejarah dan kultur |
| Penganut |
Amesha Spenta merupakan sebuah istilah untuk suatu kelas entitas ilahi dalam Zoroastrianisme.[1] Secara umum Amesha Spenta adalah penggunaan istilah untuk merujuk pada enam percikan ilahi dari Ahura Mazda.[1] Dalam tradisi Zoroaster, ini adalah enam emanasi dari Sang Pencipta, melalui siapa semua ciptaan berikutnya dapat diciptakan.[1] Istilah Amesha Spenta diciptakan oleh Zoroastrianisme.[1] Spenta adalah kata karakteristik dari wahyu dalam tradisi zoroastrianisme.[2] Spenta berarti melanjutkan, penguatan, pemurah, suci. Dalam gatha, setiap Amesha Spenta merupakan kualitas moral yang baik bahwa manusia harus berusaha untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik lagi.[2] Dengan demikian, doktrin dari enam percikan ilahi adalah bahwa melalui pikiran yang baik, kata-kata, dan perbuatan, setiap individu harus berusaha untuk mengasimilasi kualitas dari sebuah Amesha Spenta ke dalam diri mereka sendiri.[2] Dalam konteks pandangan Zoroaster mengenai penciptaan, Ahura Mazda Spenta Mainyu adalah instrumen atau prinsip aktif dari tindakan penciptaan.[2] Hal ini juga menjelaskan bahwa Ahura Mazda memiliki sifat yang imanen dalam diri manusia dan juga Pencipta selalu berinteraksi dengan dunia.[2]