Amanah Wali 8: Musala Sultan adalah serial televisi Indonesia produksi MNC Pictures yang ditayangkan perdana pada 16 Februari 2026 pukul 17.00 WIB di RCTI. Serial yang merupakan sekuel dari Amanah Wali 7: Menukar Takdir, disutradarai oleh Yoyok Dumprink serta dibintangi oleh Wali Band.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Amanah Wali 8: Musala Sultan | |
|---|---|
Poster rilis | |
| Genre | |
| Skenario | Fahri Asiza |
| Sutradara | Yoyok Dumprink |
| Pemeran | Wali Band |
| Pencipta lagu tema | Apoy |
| Lagu tema pembuka | "Romantika Badar dan Uhud" oleh Faank |
| Lagu tema penutup | "Romantika Badar dan Uhud" oleh Faank |
| Penata musik | Joseph S. Djafar |
| Negara asal | Indonesia |
| Bahasa asli | Bahasa Indonesia |
| Jml musim | 8 |
| Jml episode | 34 |
| Produksi | |
| Produser eksekutif |
|
| Produser | Maulana Adhitya |
| Sinematografi | Iin Khinanta |
| Editor |
|
| Pengaturan kamera | Multi-kamera |
| Durasi | ±60 menit |
| Rumah produksi | MNC Pictures |
| Distributor | MNC Media |
| Rilis asli | |
| Jaringan | RCTI |
| Rilis | 16 Februari (2026-02-16) – 29 Maret 2026 (2026-3-29) |
Amanah Wali 8: Musala Sultan adalah serial televisi Indonesia produksi MNC Pictures yang ditayangkan perdana pada 16 Februari 2026 pukul 17.00 WIB di RCTI. Serial yang merupakan sekuel dari Amanah Wali 7: Menukar Takdir, disutradarai oleh Yoyok Dumprink serta dibintangi oleh Wali Band.
Kisah bermula dari Sultan (Bhisma Mulia) yang baru bebas dari penjara setelah dijebak oleh ayahnya sendiri, Dua tahun berlalu. Sultan kembali untuk mengambil hasil rampokan yang ia sembunyikan. Namun situasi berubah, Musala yang berdiri di atas tanah wakaf itu tengah dilanda sengketa sengit warga.
Di tengah konflik tersebut, musala dikelola oleh Pak Ma’ruf (Andi Bersama) bersama putrinya Rani (Bebby Hatami), James (Fachri Muhammad), serta Ustadz Untung (Buyung Malelo) dan Ismet (Herry Ujang) yang membantu menjadi pengelola Musala. Mereka mendapat dukungan dari para relawan Apoy, Faank, Tomi, dan Ovie yang diperankan oleh personel Wali Band. Bersama warga, mereka berjuang mempertahankan tanah wakaf agar tetap menjadi tempat ibadah yang layak.
Demi mengambil kembali hasil rampokannya, Sultan dan Herman (Faizal Wash) memilih berpura-pura membantu perjuangan warga. Namun semakin lama ia berada di musala itu, semakin besar pula pertarungan batin yang ia rasakan.[1]
| Judul lagu | Penyanyi | Pencipta | Produksi |
|---|---|---|---|
| "Romantika Badar dan Uhud" | Faank | Apoy | Nagaswara |
Serial ini didistribusikan di RCTI+ satu jam setelah penayangan.
Serial ini juga didistribusikan di Vision+ satu atau tiga hari setelah penayangan.