Alue Badee merupakan salah satu gampong yang ada di kecamatan Simpang Kramat, Kabupaten Aceh Utara, provinsi Aceh, Indonesia.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Alue Badee | |
|---|---|
| Negara | |
| Provinsi | Aceh |
| Kabupaten | Aceh Utara |
| Kecamatan | Simpang Kramat |
| Kode Kemendagri | 11.08.22.2009 |
| Luas | 79,78 km² atau (7.978 Ha) |
| Jumlah penduduk | 197 jiwa |
| Kepadatan | ... jiwa/km² |
Alue Badee merupakan salah satu gampong yang ada di kecamatan Simpang Kramat, Kabupaten Aceh Utara, provinsi Aceh, Indonesia.
[1] “Di antara hamparan alam Aceh Utara yang tenang, berdirilah sebuah desa yang menyimpan banyak cerita.
“Asal-usul nama Alue Badee bermula dari sebuah sungai—atau ‘alue’ dalam bahasa Aceh—yang dulu mengalir melintasi wilayah desa ini. Di sungai itulah masyarakat tempo dulu sering menemukan sejenis ikan yang mereka sebut ‘badee’. Menurut warga, ikan badee mirip ikan gabus namun lebih besar dan tidak memiliki sisik. Kehadiran ikan itulah yang kemudian membuat masyarakat menamai tempat ini sebagai Desa Alue Badee.”
“Warga meyakini bahwa desa ini telah lama berdiri, meskipun tidak ada catatan pasti tentang tahun awal terbentuknya. ‘Begitulah kata orang-orang tua kami,’ ucap sebagian masyarakat ketika mengenang sejarah Alue Badee. Cerita tersebut terus diwariskan, menjadi bagian dari identitas desa hingga hari ini.”
“Seiring waktu, Alue Badee tumbuh sebagai desa yang sederhana namun kaya potensi. Sawit, sawah, dan perkebunan menjadi sumber ekonomi utama masyarakat. Kondisi tanah yang subur memungkinkan berbagai tanaman tumbuh dengan baik, mulai dari kelapa sawit, padi, hingga tanaman perkebunan lain yang menghidupi banyak keluarga.”
“Keberlimpahan alam ini menjadikan Alue Badee sebagai desa dengan potensi sumber daya yang menjanjikan. Tidak hanya menghadirkan pemandangan yang asri dan menyejukkan, tetapi juga menjadi harapan bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakatnya di masa depan.”
“Dengan sejarah yang panjang, sumber daya alam yang melimpah, serta semangat masyarakatnya, Desa Alue Badee terus melangkah maju. Inilah potret Desa Alue Badee—desa kecil dengan kekuatan besar, tempat di mana cerita masa lalu dan harapan masa depan bertemu dalam satu harmoni.”
[2]
Nama Alue Badee berasal bermula dari sebuah sungai—atau ‘alue’ dalam bahasa Aceh—yang dulu mengalir melintasi wilayah desa ini. Di sungai itulah masyarakat tempo dulu sering menemukan sejenis ikan yang mereka sebut ‘badee’. Menurut warga, ikan badee mirip ikan gabus namun lebih besar dan tidak memiliki sisik. Kehadiran ikan itulah yang kemudian membuat masyarakat menamai tempat ini sebagai Desa Alue Badee
[3] Alue Badee memiliki luas 79,78 km² atau (7.978 Ha) dari wilayah Simpang Keuramat. Secara Geografis, Alue Bade Simpang Keuramat terletak pada 5°00' Lintang Utara dan 97°00' Bujur Timur.
[4] Desa Alue Badee tergolong tropis. Curah hujan di Desa Alue Badee cukup signifikan, dengan curah hujan bahkan selama bulan terkering. Suhu harian rata-rata tahunan Desa Alue Badee berada dalam rentang yang relatif sempit: 23 °C (minimum) hingga 33 °C (maksimum).
Kondisi Suhu Rata-Rata Keterangan Suhu Rata-Rata Harian Sekitar 27 °C Suhu yang paling sering dirasakan sepanjang hari. Suhu Minimum Rata-Rata 23 °C – 25 °C Suhu terendah yang dicapai, biasanya saat dini hari/subuh. Suhu Maksimum Rata-Rata 29 °C – 32,8 °C Suhu tertinggi yang dicapai, biasanya pada siang hari (pukul 13:00 - 14:00 WIB).