Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Ali Umar

Ali Umar adalah seorang seniman Indonesia yang berprofesi sebagai pematung. Ia bersama Darvies Rasjidin, Risman Marah, Kasman K.S., Syaiful Adnan, Syahrizal Koto, Hendra Buana, Arlan Kamil, Basrizal Albara, dan beberapa orang perupa lainnya, pada akhir tahun 80-an hingga awal 90-an merupakan generasi pertama anggota Komunitas Seni Sakato, yang lahir dan berbasis di Yogyakarta.

Wikipedia article
Diperbarui 1 Juni 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Ali Umar
Lahir1967
Padang Pariaman, Sumatera Barat
KebangsaanIndonesia
AlmamaterInstitut Seni Indonesia Yogyakarta
PekerjaanSeniman (pematung)

Ali Umar (lahir di Padang Pariaman, 3 Januri 1967)[1] adalah seorang seniman Indonesia yang berprofesi sebagai pematung.[2] Ia bersama Darvies Rasjidin, Risman Marah, Kasman K.S., Syaiful Adnan, Syahrizal Koto, Hendra Buana, Arlan Kamil, Basrizal Albara, dan beberapa orang perupa lainnya, pada akhir tahun 80-an hingga awal 90-an merupakan generasi pertama anggota Komunitas Seni Sakato, yang lahir dan berbasis di Yogyakarta.[3]

Riwayat ringkas

Ali Umar lahir di Padang Pariaman, Sumatera Barat pada tahun 1967. Ia mendapatkan gelar S1 bidang seni (S.Sn.) dari Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Pada Januari 2013, Ali Umar maju sebagai calon ketua umum Asosiasi Pematung Indonesia (API) periode 2013-2017. Namun ia tidak berhasil dan hanya mendapatkan lima suara dalam pemilihan yang berlangsung pada Musyawarah Besar III API yang diikuti oleh sekitar 60-an orang di antara 152 anggota dari berbagai kota, seperti Jogja (80 anggota), Jakarta (26), Bandung (26), Padang (12) dan Bali (14).[4]

Karena kegeramannya terhadap para koruptor yang tetap hidup enak walaupun sudah dipenjara, Ali Umar menghadiahkan kado patung kayu berbentuk penjara kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ketika hari ulang tahun badan anti rasuah tersebut pada 29 Desember 2013. Menurut Ali Umar penjara para koruptor mestinya minim fasilitas seperti sosok patung penjara yang dibuatkannya. Ali Umar berharap kadonya tersebut dipajang di meja kerja Ketua KPK, Abraham Samad, sebagai pengingat.[5]

Pameran tunggal

  • Seni Tiga Dimensional, di Benda Art Space, Yogyakarta (1999)
  • Solusi, di Rumah Kontrakan, Yogyakarta (2000)
  • Patung, di Bentara Budaya, Yogyakarta (2005)

Penghargaan

  • Karya Terbaik dalam Kemah Budaya 2000 di Pantai Parangtritis, Yogyakarta (2000)

Referensi

  1. ↑ "Pelaku Seni: Ali Umar". Indonesian Visual Art Archive. Diakses tanggal 1 Juni 2025.
  2. ↑ "Memutus Rantai Pasar Seni Rupa". Koran Tempo. 15 Desember 2009. Diakses tanggal 8 Januari 2014.
  3. ↑ "Biografi Komunitas Seni Sakato; Sekilas tentang Anggota Sakato". Sakatoartcommunity.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2013-10-29. Diakses tanggal 8 Januari 2014. ;
  4. ↑ "Anusapati Pimpin Asosiasi Pematung Indonesia". Solopos.com. 29 Januari 2013. Diakses tanggal 8 Januari 2014.
  5. ↑ Anang Zakaria (27 Desember 2013). "KPK Dapat Hadiah Patung Penjara dari Seniman". Tempo.co. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-01-08. Diakses tanggal 8 Januari 2014. ;

Pranala luar

  • Antok Wesman (14 Desember 2012). "Pameran Patung "Watu Ijo" di BBY". RRI Jogjakarta. Diakses tanggal 8 Januari 2014. [pranala nonaktif permanen]
  • Tomi Sujatmiko (27 Agustus 2012). "Pameran Lukisan di BBY". Kedaulatan Rakyat. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-01-08. Diakses tanggal 8 Januari 2014. ;
  • A. Barata. "Diskusi Kurator dan Perupa". Tembi.org. Diakses tanggal 8 Januari 2014.
  • "C.V. Ali Umar". Website Ali Umar. Diakses tanggal 8 Januari 2014.
  • "Awards". Ali Umar Exhibition. Diakses tanggal 8 Januari 2014.
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • VIAF
  • GND
  • WorldCat
Nasional
  • Belanda


Artikel bertopik biografi Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Riwayat ringkas
  2. Pameran tunggal
  3. Penghargaan
  4. Referensi
  5. Pranala luar

Artikel Terkait

Umar bin Khattab

Khalifah Kekhalifahan Rasyidin ke-2 (m. 634–644)

Ali bin Abi Thalib

Khalifah Kekhalifahan Rasyidin ke-4 (m. 656–661)

Serangan pada rumah Fatimah

Sebuah peristiwa penting dan kontroversial dalam sejarah Syiah Rafidhah yang sesat

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026