Evrenos-oğlu Ali Bey atau Ali Bey Evrenosoğlu, atau hanya dikenal dengan sebutan Ali Bey, adalah seorang komandan militer Kesultanan Utsmaniyah pada abad ke-15. Dia adalah salah satu putra Evrenos, seorang jenderal Utsmaniyah. Pada 1430-an ia diberi gelar sanjak-bey dari Sanjak Albania yang berhasil menekan Pemberontakan Albania 1432-1436 dengan bantuan pasukan yang dipimpin oleh Turahan Bey. Pada 1440 ia berpartisipasi dalam pengepungan Utsmaniyah di Beograd.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Ali Evrenosoğlu bey | |
|---|---|
| Nama asli | Ali Bey Evrenosoğlu |
| Dikebumikan | halaman masjid Gazi Evrenos di Yenitsá (Larisa di Yunani) |
| Pengabdian | Kesultanan Utsmaniyah |
| Pangkat | sanjakbey |
| Perang/pertempuran | |
Evrenos-oğlu Ali Bey[1] atau Ali Bey Evrenosoğlu,[1] atau hanya dikenal dengan sebutan Ali Bey,[2] adalah seorang komandan militer Kesultanan Utsmaniyah pada abad ke-15. Dia adalah salah satu putra Evrenos, seorang jenderal Utsmaniyah. Pada 1430-an ia diberi gelar sanjak-bey dari Sanjak Albania yang berhasil menekan Pemberontakan Albania 1432-1436 dengan bantuan pasukan yang dipimpin oleh Turahan Bey. Pada 1440 ia berpartisipasi dalam pengepungan Utsmaniyah di Beograd.
Ali Bey adalah putra komandan Utsmaniyah Evrenos Bey. Evrenos adalah seorang mualaf dari Bizantium.[3] Keluarganya yang dikenal di Turki sebagai Evrenosoğullarıcode: tr is deprecated , berasal dari Anatolia dan merupakan salah satu dari empat keluarga prajurit terkemuka (ghazi) yang mendukung penaklukan Utsmaniyah akhir abad ke-14.[4]
Ali Bey adalah sanjakbey dari Sanjak Albania sebelum tahun 1432.[5] Tatkala Ishak Bey merebut Dagnum dari Koja Zaharia pada tahun 1430, Dagnum dimasukkan pada wilayah yang dikuasai oleh Ali Bey.[6]
Pada masa awal Pemberontakan Albania, saat musim dingin tahun 1432, Sultan Murad II mengumpulkan sekitar 10.000 pasukan di bawah kendali Ali Bey, yang berbaris di sepanjang Via Egnatia dan mencapai lembah pusat Shkumbin, di mana dia disergap dan dikalahkan oleh pasukan Gjergj Arianiti. Pada 1435-6 ia mengikuti kampanye Turahan Bey yang memulihkan pemerintahan Utsmaniyah di wilayah tersebut.[7][8]
Menurut beberapa legenda Hunyadi adalah pengurus kuda Ali bey.[9] Hunyadi menjadi akrab dengan raja Hungaria setelah ia melarikan diri dari Ali bey.[10]
Ali Bey mengepalai pasukan yang dikirim untuk menjarah Wallachia[11] [11][11][11][11] dan Transilvania pada 1438.[2] Pada 1440 Ali Bey ikut dalam pengepungan di Belgrad di mana dia membangun tembok di sekeliling kota dan menggunakannya untuk melontarkan batu.[2] Menurut Konstantin Mihailović, gelar bey dan juga wilayahnya dijanjikan kepada tentara Utsmaniyah yang berhasil mengibarkan bendera Utsmaniyah di dinding Belgrad. Meskipun Ali Bey sudah memiliki gelar bey saat itu ia memutuskan untuk secara pribadi memimpin serangan ke dinding kastel Belgrad berharap untuk meningkatkan reputasinya yang sudah besar. Ketika Murad II meninggal pada tahun 1451, Ali Bey dikirim oleh Mehmed II untuk menenggelamkan putra Murad, Küçük (Little) Ahmed Çelebi.[2]
Ali Bey dimakamkan di halaman masjid Gazi Evrenos di Yenidje (Giannitsa sekarang di Yunani).[12]
Le sandjakbey d'Albanie, Ali bey Evrenos, partant de Gjirokastra, se porta aussitôt contre Arianite, mais les Turcs, selon le chroniqueur Oruc, furent battus à Buzurshek, dans la vallée du Shkumbin.Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
Коју Закарију је или протјерао или заробио, а Дањ повјерио Али-бегу.Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
...Ottoman campaigns of 1435 and 1436 when the Ottoman generals Ali and Turakhan effected a partially submission of Albanians
In 1432 Andrew Thopia revolted against his Ottoman overlords ... inspired other Albanian chiefs, in particular George Arianite (Araniti) ... The revolt spread ... from region of Valona up to Skadar...
mentioned a rumor that Hunyadi may have served the Ottoman Ali, son of Evrenos, as a groom,
He fled from Ali bey and became intimate of the king of Hungary
Ali-bey Evrenos-ogly
Yenitsá ... Of the smaller mosques the most important were those of Gazi Evrenos..Beneath a high dome with many windows, Ghazi Evrenos lay buried amid the tombs of those 'gazis' who died as 'martyrs' (in other words, who fell in battle). In the courtyard of this mosque were the tombs of Ali Bey and Gazi Isa Bey, the sons of Evrenos. .