Alfa-N-arabinofuranosidase adalah enzim yang berperan dalam mengkatalis pemutusan residu dan rantai samping senyawa xilan dan polisakarida lain yang mengandung senyawa arabinosa. Senyawa xilan dan arabinosa ini merupakan salah satu jenis karbohidrat atau sakarida yang umum dijumpai pada dinding sel tanaman. Enzim ini banyak diaplikasikan dalam uji kalorimetrik dalam hidrolisis p-nitrofenil-alfa-L-arabinofuranosidase. Arabinosa, salah satu jenis monosakarida, merupakan hasil dari pemotongan senyawa xilan oleh enzim ini. Bersama dengan enzim xilanase, alfa-L-arabinofuranosidase akan membantuk proses degradasi senyawa xilan membentuk molekul-molekul yang lebih sederhana sehingga dapat lebih mudah diuraikan. Mekanisme ini berperan penting dalam siklus karbon di alam dan proses degradasi ini pada umumnya didominasi oleh mikroorganisme tanah.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Januari 2023) |

Alfa-N-arabinofuranosidase (EC 3.2.1.55, arabinosidase, alfa-arabinosidase, alfa-L-arabinosidase, alfa-arabinofuranosidase, polisakarida alfa-L-arabinofuranosidase, alfa-L-arabinofuranoside hidrolase, L-arabinosidase, alfa-L-arabinanase) adalah enzim yang berperan dalam mengkatalis pemutusan residu dan rantai samping senyawa xilan dan polisakarida lain yang mengandung senyawa arabinosa.[1] Senyawa xilan dan arabinosa ini merupakan salah satu jenis karbohidrat atau sakarida yang umum dijumpai pada dinding sel tanaman.[2] Enzim ini banyak diaplikasikan dalam uji kalorimetrik dalam hidrolisis p-nitrofenil-alfa-L-arabinofuranosidase.[3] Arabinosa, salah satu jenis monosakarida, merupakan hasil dari pemotongan senyawa xilan oleh enzim ini.[4] Bersama dengan enzim xilanase, alfa-L-arabinofuranosidase akan membantuk proses degradasi senyawa xilan membentuk molekul-molekul yang lebih sederhana sehingga dapat lebih mudah diuraikan.[2] Mekanisme ini berperan penting dalam siklus karbon di alam dan proses degradasi ini pada umumnya didominasi oleh mikroorganisme tanah.[2]