Aleksandr Ilyich Leipunskii adalah seorang fisikawan Soviet yang dikenal karena kontribusinya dalam pengembangan fisika nuklir dan teknologi reaktor cepat di Uni Soviet.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Aleksandr Ilyich Leipunskii (Rusia: Алекса́ндр Ильи́ч Лейпу́нский; Ukraina: Олександр Ілліч Лейпунський; 7 Desember 1903 – 14 Agustus 1972) adalah seorang fisikawan Soviet yang dikenal karena kontribusinya dalam pengembangan fisika nuklir dan teknologi reaktor cepat di Uni Soviet.
Ia lahir di desa kecil Drahle, yang terletak di Guberniya Grodno, Polandia Rusia, wilayah yang saat itu berada di bawah kendali Kekaisaran Rusia.[1] Lingkungan tempat kelahirannya relatif sederhana, tetapi Leipunskii menunjukkan minat yang kuat terhadap ilmu pengetahuan sejak usia muda. Pada tahun 1921, ia diterima di Institut Politeknik Leningrad, salah satu lembaga pendidikan teknik dan sains terkemuka di Rusia, dan berhasil lulus pada tahun 1926 dengan gelar yang mengokohkan landasan keahliannya di bidang fisika dan teknik.
Setelah lulus, Leipunskii bergabung dengan Institut Fisika-Teknik Leningrad, di mana ia melakukan penelitian awal mengenai interaksi atom dengan elektron dan molekul, yang menjadi fondasi penting bagi studi fisika atom dan nuklir di kemudian hari. Pada tahun 1930, ia mulai menekuni bidang fisika nuklir secara khusus, sebuah area yang saat itu masih tergolong baru dan sangat menantang. Leipunskii kemudian berperan dalam pendirian Institut Fisika dan Teknologi Ukraina di Kharkiv, di mana ia diangkat sebagai direktur dan memimpin berbagai proyek penelitian strategis.
Pada tahun 1934, ia dikirim ke Inggris sebagai peneliti tamu selama satu tahun di Laboratorium Rutherford, sebuah kesempatan yang memberinya wawasan internasional dan pengalaman dalam eksperimen nuklir mutakhir. Namun, kariernya sempat terganggu pada September 1937 ketika ia ditangkap dengan tuduhan sebagai mata-mata Jerman terkait dengan insiden UPTI, meskipun akhirnya ia dibebaskan.
Selama Perang Dunia II, Leipunskii dievakuasi ke Ufa, dan pada tahun 1941 ia diangkat sebagai kepala Institut Fisika Akademi Ilmu Pengetahuan SSR Ukraina, posisi yang ia pegang hingga tahun 1949. Setelah perang, Leipunskii memainkan peran kunci dalam pengembangan tenaga nuklir di Uni Soviet.[2] Ia menjadi pelopor dalam pengembangan teknologi reaktor cepat (fast breeder reactor) Soviet, yang menjadi komponen penting dalam program energi nuklir dan pertahanan negara.[1]
Atas kontribusinya yang luar biasa, Leipunskii dianugerahi gelar Hero of Socialist Labor pada tahun 1963.[1] Sebagai penghormatan, Institut Fisika dan Rekayasa Daya A. I. Leipunsky di Obninsk dinamai menurut namanya, dan terus menjadi salah satu pusat penelitian terkemuka dalam fisika nuklir dan teknologi reaktor.[3][4]