Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiAlaungsithu
Artikel Wikipedia

Alaungsithu

Alaungsithu atau Sithu I adalah raja dari Dinasti Pagan di Burma (Myanmar) dari sekitar 1112 sampai 1167.

Wikipedia article
Diperbarui 7 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Alaungsithu
Alaungsithu
အလောင်းစည်သူcode: my is deprecated
Sithu I
Dilukis sebagai Min Sithu nat (jiwa)
Raja Kerajaan Pagan
Berkuasasekitar 1112 – 1167
PendahuluKyansittha
PenggantiNarathu
Kepala MenteriAleimma
Kelahiran13 Desember 1089
Kamis, bulan purnama Tabodwe 451 ME
Pagan
Kematian1167 (usia 77)
529 ME[1]
Pagan
PermaisuriYadanabon
Tri Lawka Sanda
Yazakumari
Taung Pyinthe
KeturunanMin Shin Saw
Narathu
Htaukhlayga
Taungpha
Shwe Kyu
Chit Oo
Kyaungdaw
Nama lengkap
Jayyasura Cansu I
Nama takhta
Śri Tri-bhuvanādityā pavarapaṇḍita sudhammarājā mahādhipati Caññsū
WangsaPagan
AyahSawyun
IbuShwe Einthi
AgamaBuddha Theravada

Alaungsithu atau Sithu I (bahasa Burma: အလောင်းစည်သူcode: my is deprecated [ʔəláʊɴ sìθù]; juga Cansu I; 1089–1167) adalah raja dari Dinasti Pagan di Burma (Myanmar) dari sekitar 1112 sampai 1167.

Sithu lahir dengan nama Zeyathura Sithu (bahasa Burma: ဇေယျ သူရ စည်သူcode: my is deprecated , Pali: Jayyasura Cansucode: pi is deprecated )[2] dari pasangan Sawyun (putra dari Raja Sawlu) dan Shwe Einthi (putri dari Raja Kyansittha) pada 13 Desember 1089.[note 1] Pada masa pemerintahannya, kerajaan mencapai zaman kemakmuran di mana Pagan menjadi salah satu bagian tak terpisahkan dari rute perdagangan darat dan laut.

Selain itu, Sang Raja juga melakukan perluasan pembangunan besar-besaran di seluruh negeri, yang meliputi wilayah jajahan, benteng, dan pos terdepan di lokasi yang cocok untuk memperkuat wilayah perbatasan, balai pengangkatan pemimpin agama dan pagoda untuk mendukung ajaran agama, serta waduk, bendungan, dan perbaikan lahan lainnya untuk membantu kaum petani. Raja Alaungsithu juga memperkenalkan timbangan dan ukuran standar di seluruh negeri untuk membantu perhitungan dan perdagangan. Raja juga telah memimpin dimulainya peralihan dari budaya Mon ke Burma yang khas.

Sang Raja juga dikenal sebagai raja yang gemar berkelana, mengadakan perjalanan luas ke seluruh wilayahnya, membangun monumen, dan menjaga ajaran kebajikan Buddha Theravada.

Catatan

  1. ↑ (Than Tun 1964: 124)

Referensi

  1. ↑ Zata 1960: 40
  2. ↑ Cœdès 1966: 114

Daftar pustaka

  • Cœdès, George (1966). The making of South East Asia. University of California Press. hlm. 114.
  • Harvey, G. E. (1925). History of Burma: From the Earliest Times to 10 March 1824. London: Frank Cass & Co. Ltd.
  • Htin Aung, Maung (1967). A History of Burma. New York and London: Cambridge University Press.
  • Kala, U (1724). Maha Yazawin (dalam bahasa Burmese). Vol. 1–3 (Edisi 2006, 4th printing). Yangon: Ya-Pyei Publishing. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  • Kyaw Thet (1962). History of Burma (dalam bahasa Burmese). Yangon: Yangon University Press. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  • Lieberman, Victor B. (2003). Strange Parallels: Southeast Asia in Global Context, c. 800–1830, volume 1, Integration on the Mainland. Cambridge University Press. ISBN 978-0-521-80496-7.
  • Pe Maung Tin; Luce, G.H. (1923). The Glass Palace Chronicle of the Kings of Burma (Edisi 1960). Rangoon University Press.
  • Royal Historians of Burma (c. 1680). U Hla Tin (Hla Thamein) (ed.). Zatadawbon Yazawin (Edisi 1960). Historical Research Directorate of the Union of Burma.
  • Royal Historical Commission of Burma (1832). Hmannan Yazawin (dalam bahasa Burmese). Vol. 1–3 (Edisi 2003). Yangon: Ministry of Information, Myanmar. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  • Tarling, Nicholas (1999). The Cambridge History of Southeast Asia: Early Times to c. 1500. ISBN 978-0-521-66369-4.
  • Taw, Sein Ko; Blagden, C.O. (1911). "Royal Asiatic Society of Great Britain and Ireland". The Journal of the Royal Asiatic Society of Great Britain and Ireland. Royal Asiatic Society of Great Britain and Ireland. JSTOR 25189843.
  • Wicks, Robert S. (1992). Money, markets, and trade in early Southeast Asia: the development of indigenous monetary systems to AD 1400. SEAP Publications. ISBN 978-0-87727-710-1.
  • Than Tun (1964). Studies in Burmese History (dalam bahasa Burmese). Vol. 1. Yangon: Maha Dagon. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • VIAF
  • WorldCat
Nasional
  • Amerika Serikat

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Catatan
  2. Referensi
  3. Daftar pustaka

Artikel Terkait

Kyansittha

Vishnu adalah pelindungnya. Kyansittha menunjuk cucunya Sithu (kemudian Alaungsithu) sebagai pewaris karena dia pikir dia tidak memiliki seorang putra. Ternyata

Shin Arahan

menjadi penasehat agama dari empat raja Pagan dari Anawrahta sampai Alaungsithu. Ia dikenal karena telah mengubah agama Anawrahta menjadi Buddha Theravāda

Kerajaan Pagan

kerajaan di Asia Tenggara

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026