Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Al-Harits bin Jabalah

Al-Ḥarits bin Jabalah, juga disebut sebagai Flavios Arethas dalam sumber-sumber Yunani; atau Khalid bin Jabalah dalam sumber-sumber Arab Klasik, adalah raja Ghassaniyah, sebuah kerajaan Arab Kekristenan yang pernah berlangsung di perbatasan timur Kekaisaran Romawi Timur. Harits merupakan penguasa Ghassaniyah kelima, memerintah dari tahun k. 528 hingga 569, penguasa Arab Kristen terpanjang dan memainkan peran utama dalam Perang Romawi-Persia dan urusan Gereja Ortodoks Suriah. Untuk jasanya ke Romawi Timur, dia diangkat menjadi patrikios dan vir gloriosissimus.

raja Ghassaniyah
Diperbarui 28 Juli 2024

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Al-Harits bin Jabalah
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (November 2022)
Al-Harits V bin Jabalah
Raja Ghassaniyah, Patrisius Romawi, dan Filarkhos Saraken
Berkuasak. 528 – 569 M
PendahuluJabalah IV
Penerusal-Mundzir III
Kematian569
AyahJabalah IV

Al-Ḥarits bin Jabalah (bahasa Arab: الحارث بن جبلةcode: ar is deprecated ), juga disebut sebagai Flavios Arethas (Φλάβιος Ἀρέθαςcode: grc is deprecated ) dalam sumber-sumber Yunani;[1] atau Khalid bin Jabalah (خالد بن جبلةcode: ar is deprecated ) dalam sumber-sumber Arab Klasik (sejak 700 M),[2][3] adalah raja Ghassaniyah, sebuah kerajaan Arab Kekristenan yang pernah berlangsung di perbatasan timur Kekaisaran Romawi Timur (atau Bizantium). Harits merupakan penguasa Ghassaniyah kelima, memerintah dari tahun k. 528 hingga 569, penguasa Arab Kristen terpanjang dan memainkan peran utama dalam Perang Romawi-Persia dan urusan Gereja Ortodoks Suriah. Untuk jasanya ke Romawi Timur, dia diangkat menjadi patrikios dan vir gloriosissimus.[4]

Kebijakan agama

Berbeda dengan penguasa Romawi Timur, Harits adalah seorang Miafis yang setia dan menolak Konsili Kalsedon. Sepanjang pemerintahannya, Harits mendukung kecenderungan anti-Kalsedon di wilayah Syam, memimpin dewan gereja dan terlibat dalam teologi, berkontribusi secara aktif pada kebangkitan Gereja Miafis selama abad keenam.[4][5] Jadi pada tahun 542, setelah dua dekade penganiayaan yang telah memenggal kepemimpinan Miafisit, dia meminta pengangkatan uskup Miafisit baru di Suriah kepada maharani Theodora, yang kecenderungan Miafis tersendiri mulai terkenal. Theodora kemudian mengangkat Yakub Baradaeus dan Theodore sebagai uskup. Yakub khususnya kemudian membuktikan seorang pemimpin yang sangat cakap, mengubah para penyembah berhala menjadi pemeluk Kekristenan dan sangat memperluas dan memperkuat organisasi gereja Miafis.[4][6][7]

Referensi

Catatan kaki

  1. ↑ Shahîd 1995, hlm. 260, 294–297.
  2. ↑ Shahîd 1995, hlm. 216–217.
  3. ↑ Greatrex & Lieu 2002, hlm. 102–103.
  4. 1 2 3 Kazhdan 1991, hlm. 163.
  5. ↑ Shahîd 1995, hlm. 225–226.
  6. ↑ Martindale 1992, hlm. 113.
  7. ↑ Greatrex & Lieu 2002, hlm. 112.

Daftar pustaka

  • Greatrex, Geoffrey; Lieu, Samuel N. C. (2002). The Roman Eastern Frontier and the Persian Wars (Part II, 363–630 AD). London: Routledge. ISBN 0-415-14687-9.
  • Kazhdan, Alexander, ed. (1991). The Oxford Dictionary of Byzantium. Oxford and New York: Oxford University Press. ISBN 0-19-504652-8.
  • Martindale, John R., ed. (1992). The Prosopography of the Later Roman Empire: Volume III, AD 527–641. Cambridge: Cambridge University Press. ISBN 0-521-20160-8.
  • Shahîd, Irfan (1995). Byzantium and the Arabs in the Sixth Century, Volume 1. Washington, DC: Dumbarton Oaks. ISBN 978-0-88402-214-5.
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • VIAF
  • FAST
  • WorldCat
Nasional
  • Amerika Serikat
Lain-lain
  • İslâm Ansiklopedisi

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Kebijakan agama
  2. Referensi
  3. Catatan kaki
  4. Daftar pustaka

Artikel Terkait

Ghassaniyah

Nama Ghassān merujuk kepada kerajaan suku Ghassaniyah, yang merupakan kerajaan Kristen Arab kuno di Levant. Ghassaniyah menjadi negara klien Kekaisaran

Penaklukan Suriah oleh Muslim

standar tentara Khalid. Dari sini, ia pindah menuju Bosra, ibu kota kerajaan Ghassaniyah Arab, Negara bawahan Kekaisaran Bizantium. Ia memerintahkan komandan

Jabalah bin Al-Ayham

(bahasa Arab: جبلة بن الأيهمcode: ar is deprecated ) adalah raja terakhir dari Dinasti Ghassaniyah yang berkuasa di wilayah Syam. Ia menjadi muslim pada masa

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026