Al-Aqidah Al-Wasithiyah adalah kitab tentang akidah ahlus sunnah yang disusun oleh Ibnu Taimiyah. Kitab ini merupakan satu di antara karya Ibnu Taimiyah yang paling terkenal. Kitab akidah ini walaupun sangat ringkas tetapi telah mencakup hampir semua masalah keyakinan (i’tiqad) dan dasar-dasar keimanan.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Sampul depan Aqidah Wasithiyah terbitan modern. | |
| Pengarang | Ibnu Taimiyah |
|---|---|
| Judul asli | Al-Aqidatul Wasithiyah |
| Negara | Syam atau Irak |
| Bahasa | Bahasa Arab |
| Subjek | Akidah, dan Manhaj |
| Genre | Matan |
Tanggal terbit | circa 700-an H (1300-an M) |
| Diikuti oleh | Syarah Aqidah Wasithiyah (bervariasi) oleh para ulama. |
Contoh sebuah sampul depan dari kitab penjelasan Aqidah Wasithiyah. | |
| Pengarang | Ibnu Taimiyah, Abdurrahman As-Sa'di, Ibnul Utsaimin,Shalih bin Fauzan Al-Fauzan, Sa'id bin Ali bin Wahf Al-Qahthani, dll |
|---|---|
| Judul asli | Syarah Al-Aqidatul Wasithiyah (beragam) |
| Negara | Beragam negara |
| Bahasa | Bahasa Arab, dan beragam bahasa terjemahan |
| Subjek | Akidah, dan Manhaj |
| Genre | Syarah |
Tanggal terbit | Beragam tahun terbit. |
| Didahului oleh | Al-Aqidah Al-Wasithiyah |
Al-Aqidah Al-Wasithiyah (teks Arab: العقيدة الواسطية) adalah kitab tentang akidah ahlus sunnah yang disusun oleh Ibnu Taimiyah. Kitab ini merupakan satu di antara karya Ibnu Taimiyah yang paling terkenal. Kitab akidah ini walaupun sangat ringkas tetapi telah mencakup hampir semua masalah keyakinan (i’tiqad) dan dasar-dasar keimanan (ushul iman).[1]
Kitab ini merupakan karya Ibnu Taimiyyah yang ditulis sebagai tanggapan atas permintaan dari hakim agung (Qadhi) negeri Wasith,[2][3] Irak. Oleh karena itulah kitab ini dinamakan Al-Aqidah Al-Wasithiyah. Qadhi tersebut meminta kepada Ibnu Taimiyah untuk membukukan tentang pandangan dan keyakinan yang diimaninya tentang akidah Islam untuk dijadikan pegangan di negeri tersebut. Kitab ini kemudian ditulis secara ringkas, jelas, dan gamblang, dikerjakan dalam waktu singkat selepas salat ashar hingga sebelum maghrib.
Kitab ini terdiri dari beberapa bagian, di antaranya bab yang menerangkan tentang sebutan-sebutan lain bagi Ahlus sunnah. Diantaranya, apa yang disebut sebagai Al-Firqatun Najiyah (Golongan yang Selamat). Dia menukil sebuah hadits yang mana Muhammad mempersaksikan bahwa akan adanya sebuah kelompok dari pengikutnya yang akan terus berada diatas kebenaran hingga hari kiamat. Juga memuat definisi dari Al-Jama'ah yang juga sebutan lain bagi Ahlus Sunnah.
Topik yang dibahas dari kitab Aqidah Al-Wasithiyah yaitu tentang:
Kandungan Aqidah Wasitiyah ini bersandarkan kepada Al-Qur’an, Sunnah dan ijma’ pendahulu umat ini dan para imamnya. Ini ada pada lafadz dan maknanya. Isi kandungan kitab ini adalah hasil riset penelitian Ibnu Taimiyah terhadap perkataan dan pendapat para pendahulu dalam pembahasan nama dan sifat Allah, hari akhir, iman, takdir, sahabat dan lain-lainnya dari masalah ushul dan i’tiqad.
" Saya dalam aqidah ini sangat memperhatikan petunjuk Al-Quran dan Sunnah. Semua lafadz yang saya sebutkan (dalam aqidah ini), mesti saya sebutkan juga dengannya ayat atau hadits atau ijma’ salaf."
" Tidaklah saya masukkan dalam kitab ini kecuali aqidah seluruh pendahulu yang saleh."
" Saya telah teliti secara perlahan seluruh orang yang menyelisihi saya pada satu hal dari aqidah ini selama tiga tahun. Jika ada satu huruf dari seorang yang termasuk tiga generasi mulia yang menyelisihi apa yang telah saya sampaikan, maka saya akan rujuk dari hal itu."[4]
Kitab ini telah meraih penerimaan yang baik dari para ulama. Imam Adz-Dzahabi menyatakan:" Telah disepakati kitab ini merupakan i’tikad para pendahulu umat yang bagus.[5] Juga Ibnu Rajab menyatakan: "Telah disepakati, inilah i’tikad sunni pengikut para pendahulu umat."[6] Abdurrahman As-Sa’diy menyatakan: "Kitab ini dengan ringkas dan jelasnya telah mencakup seluruh i’tikad yang wajib diyakini dalam ushul iman dan aqidah yang shohihah.[7]
Kitab Aqidah Wasithiyah ini kemudian diberikan kitab penjabaran oleh para ulama. Di antarakitab-kitab penjabaran Al-Aqidah Al-Wasithiyah tersebut adalah sebagai berikut:
Catatan kaki
Bibliografi