Aku Harus Mati adalah sebuah film horor Indonesia tahun 2026 yang disutradarai oleh Hestu Saputra. Film tersebut dibintangi oleh Hana Saraswati, Amara Sophie, Prasetya Agni, Mila Rosinta, Bambang Paningron, Retno Yunitawati, Tuminten dan Agus Sunandar. Film tersebut dirilis pada 2 April 2026.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Aku Harus Mati adalah sebuah film horor Indonesia tahun 2026 yang disutradarai oleh Hestu Saputra. Film tersebut dibintangi oleh Hana Saraswati, Amara Sophie, Prasetya Agni, Mila Rosinta, Bambang Paningron, Retno Yunitawati, Tuminten dan Agus Sunandar. Film tersebut dirilis pada 2 April 2026.[1]
Kehidupan kota besar menjadikan Mala (Hana Saraswati) terlena dan haus akan validasi, yang membuatnya terlilit hutang demi hidup hedon dan foya-foya. Mala pun mencoba menenangkan diri dengan kembali ke panti asuhan untuk bertemu sahabat lamanya, Tiwi (Amara Sophie) dan Nugra (Prasetya Agni), dan juga Ki Jogo (Bambang Paningron), pemilik panti yang sudah seperti orang tua sendiri. Karena sebuah peristiwa aneh, tujuan Mala menenangkan diri berubah menjadi pencarian jati dirinya yang penuh misteri. Ditemani Tiwi dan Nugra, Mala melakukan perjalanan menuju rumah misterius di tengah hutan yang penuh gangguan roh jahat yang terus meneror mereka, hingga akhirnya mengungkap rahasia gelap masa lalu sebuah keluarga.[2]
Pemasaran film ini diprotes oleh warganet karena materi promosi film tersebut dianggap meresahkan dan dapat memicu upaya bunuh diri.[3][4] Menurut Ketua Umum PDSKJl, dr Agung Frijanto, judul film tersebut dianggap dapat menimbulkan ketidaknyamanan emosional dan berpotensi memperburuk kondisi mental seseorang.[5] Hal serupa juga didukung oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI)[6] ,Kementerian Kesehatan (Kemenkes)[7] dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)[8]. Meski demikian, Iwet Ramadhan selaku produser dari film tersebut menjelaskan bahwa judul dan materi promosi film ini sudah disetujui oleh Lembaga Sensor Film (LSF) tanpa memerlukan revisi terlebih dahulu.[9]
Materi promosi film tersebut akhirnya diturunkan pada tanggal 5 April 2026 di beberapa titik di Jakarta, tapi bukan karena kontroversi melainkan kontrak penayangannya yang memang sudah habis.[10][11]