Airpaz adalah perusahaan agen perjalanan berbasis daring (OTA) di kawasan Asia-Pasifik yang bergerak di bidang dalam layanan untuk pemesanan tiket pesawat, akomodasi, dan asuransi perjalanan. Perusahaan ini didirikan pada tahun 2011 dan berkantor pusat di Jakarta, Indonesia. Platform ini tersedia dengan lebih dari 1,2 juta properti, seperti resort, apartemen, dan lebih dari 1 juta rute penerbangan dalam 37 bahasa.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kontributor utama artikel ini tampaknya memiliki hubungan dekat dengan subjek. (Maret 2025) |
Jenis perusahaan | Perseroan terbatas |
|---|---|
| Didirikan | 2011[1] |
| Kantor pusat | Jakarta, Indonesia |
| Produk | Tiket pesawat, Hotel, Asuransi perjalanan |
Karyawan | 100-250[1] |
| Situs web | www.airpaz.com |
Airpaz adalah perusahaan agen perjalanan berbasis daring (OTA) di kawasan Asia-Pasifik yang bergerak di bidang dalam layanan untuk pemesanan tiket pesawat, akomodasi, dan asuransi perjalanan. Perusahaan ini didirikan pada tahun 2011 dan berkantor pusat di Jakarta, Indonesia.[1] Platform ini tersedia dengan lebih dari 1,2 juta properti, seperti resort, apartemen, dan lebih dari 1 juta rute penerbangan dalam 37 bahasa.[1][2]
Airpaz didirikan pada tahun 2011 di Jakarta, Indonesia untuk mengembangkan sebuah platfrom yang menyediakan layanan perjalaan di kawasan Asia-Pasifik.[3][4].
Tahun 2014, Perusahaan ini mulai menjual tiket pesawat secara daring,[5][6] Perusahaan ini juga meluncurkan aplikasi di Google Play Store dan App Store.
Pada tahun 2017, Airpaz menjalin kemitraan dengan Touch 'n Go, mengintegrasikan layanan pemesanan perjalanan dengan platform dompet digital.[7]
Tahun 2019, Airpaz meluncurkan layanan pemesanan hotel dan akomodasi.[3]Pada tahun yang sama, perusahaan mengintegrasikan layanan pemesanan perjalanan dengan platform perbankan di aplikasi Maybank.[8]
Pada Januari 2022, Airpaz bermitra dengan Shopee, mengintegrasikan layanan pemesanan perjalanan dengan platform E-commerce tersebut.[9][10][11] Dan juga pada tahun yang sama, perusahaan ini merilis metode pembayaran Pindai QR dengan berintegrasi dengan ATOME.[12]
Pada pertengahan 2022, Airpaz memperbarui struktur timnya. John Wang berpindah ke jabatan Chief architect.[13][14][15]. Sementara itu, Leonard Liau ditunjuk sebagai Chief Technology Officer.[16][17][18]
Pada akhir tahun 2022, Airpaz berekspansi ke pasar Filipina dengan berintegrasi dengan bank-bank terkemuka di negara tersebut, seperti GCash,[19] Bank BPI,[20] dan Billease.[21]
Pada Maret 2023, perusahaan bekerja sama dengan PK Fares untuk meningkatkan fitur pemesanan penerbangan.[3]
Tahun 2024, Airpaz memperluas operasinya ke Thailand[22] dan bekerja sama dengan Cover Genius untuk meluncurkan asuransi perjalanan.[23][24]. Pada tahun yang sama, Wesley Wijaya juga diangkat sebagai Chief Partnership Officer.[25][26]
Pada Desember 2024, Airpaz kembali memperluas kehadiran internasionalnya dengan mendukung penerbangan ke Amerika Serikat melalui PKFare. Akibatnya, penjualan konten yang disuplai oleh PKFare meningkat dengan rata-rata 53% per bulan dan mencapai kenaikan dua belas kali lipat hanya dalam kurun waktu 20 bulan.[5]
Pada Agustus 2025, Jefry Widianata beralih dari jabatan Chief Marketing Officer menjadi Chief Product Officer.[27]
Pada Oktober 2025, Airpaz menjalin kerja sama dengan PayPal untuk mempermudah pembayaran global bagi para pelancong.[28][29]
Pada Desember 2025, perusahaan menjalin kolaborasi serupa dengan Stripe untuk semakin memperluas opsi pembayaran global bagi para pelancong.[30]