Air mata pengantin (Antigonon) adalah tumbuhan memanjat (liana) anggota suku Polygonaceae yang berasal dari Amerika Tengah. Dengan dua atau tiga jenis anggota, tumbuhan ini adalah penghias taman yang populer. Pada masa kolonial Belanda, air mata pengantin menjadi penghias taman dan pekarangan. Tumbuhan ini dapat dengan cepat tumbuh dan menjadi gulma.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Air mata pengantin | |
|---|---|
| Antigonon leptopus | |
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Plantae |
| Klad: | Tracheophyta |
| Klad: | Angiospermae |
| Klad: | Eudikotil |
| Ordo: | Caryophyllales |
| Famili: | Polygonaceae |
| Subfamili: | Eriogonoideae |
| Genus: | Antigonon Endl.[1] |
| Spesies | |
|
lihat teks | |
| Sinonim | |
|
Corculum Stuntz[1] | |
Air mata pengantin (Antigonon) adalah tumbuhan memanjat (liana) anggota suku Polygonaceae yang berasal dari Amerika Tengah. Dengan dua atau tiga jenis anggota, tumbuhan ini adalah penghias taman yang populer. Pada masa kolonial Belanda, air mata pengantin menjadi penghias taman dan pekarangan. Tumbuhan ini dapat dengan cepat tumbuh dan menjadi gulma.

Terdapat tiga spesies air mata pengantin yaitu:[2]
Tanaman ini tumbuh optimal di daerah dengan iklim hangat dan curah hujan sedang hingga tinggi. Ia menyukai tanah yang gembur dan kaya bahan organik, serta lokasi dengan paparan sinar matahari penuh hingga teduh parsial.
Air mata pengantin tumbuh cepat dan mudah diperbanyak melalui stek batang maupun biji. Karena pertumbuhannya yang agresif, tanaman ini kadang dianggap invasif di beberapa wilayah, terutama di daerah dengan sedikit musim dingin yang membatasi pertumbuhannya.[5]