Ahmad bin ath-Tayyib as-Sarakhsi adalah seorang penjelajah, sejarawan dan filsuf Persia dari kota Sarakhs. Dia adalah murid al-Kindi.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Ahmad bin ath-Tayyib as-Sarakhsi | |
|---|---|
| Lahir | Sarakhs |
| Meninggal | 899 M |
| Kebangsaan | Persia |
| Pekerjaan | Penjelajah, Sejarawan, Filsuf |
Ahmad bin ath-Tayyib as-Sarakhsi (bahasa Persia: أحمد بن الطيب السرخسيcode: fa is deprecated ; meninggal tahun 899 M) adalah seorang penjelajah, sejarawan dan filsuf Persia[1] dari kota Sarakhs. Dia adalah murid al-Kindi.[2]
As-Sarakhsi dibunuh oleh Khalifah al-Mu'tadhid karena menurut sebuah anekdot yang tercatat dalam Mu'jam al-Udaba' karya Yaqut al-Hamawi, ia telah mendesak khalifah untuk murtad. Al-Biruni melaporkan dalam Kronologinya bahwa as-Sarakhsi telah menulis buku-buku yang isinya mencela kenabian dan mengejek para nabi, yang ia sebut sebagai penipu. Akan tetapi, Rosenthal telah membantah historisitas cerita yang mengklaim bahwa as-Sarakhsi dieksekusi karena keyakinan sesatnya.[3]
The physicians of the caliphs continued to be Christians and Jews until the time of the caliph al-Muctadid who had a Persian Muslim physician, Ahmad b. al-Tayyib al-Sarakhsl.