Ahmad Sahal adalah Trimurti Pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo bersama 2 orang lainnya KH Zainuddin Fananie dan KH Imam Zarkasyi. Ia adalah putera kelima dari Kyai Santoso Anom Besari. Lahir di desa Gontor Ponorogo pada tanggal 22 mei 1901. Putera kelima dari Kyai Santoso Anom Besari.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini memiliki beberapa masalah. Tolong bantu memperbaikinya atau diskusikan masalah-masalah ini di halaman pembicaraannya. (Pelajari bagaimana dan kapan saat yang tepat untuk menghapus templat pesan ini)
|
Ahmad Sahal | |
|---|---|
![]() | |
| Kehidupan pribadi | |
| Lahir | 22 Juni 1901 |
| Meninggal | 9 April 1977 |
| Pasangan | Nyai Sutichah Sahal |
| Anak | 11 |
| Posisi senior | |
| Penerus | Shoiman Luqmanul Hakim Abdullah Syukri Zarkasyi Hasan Abdullah Sahal Imam Badri Syamsul Hadi Abdan |
Ahmad Sahal (22 Mei 1905 – 9 April 1977) adalah Trimurti Pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo bersama 2 orang lainnya KH Zainuddin Fananie dan KH Imam Zarkasyi. Ia adalah putera kelima dari Kyai Santoso Anom Besari. Lahir di desa Gontor Ponorogo pada tanggal 22 mei 1901. Putera kelima dari Kyai Santoso Anom Besari .[1]

Pada tahun 1926 menjadi utusan ummat Islam daerah Madiun ke Kongres Ummat Islam Indonesia di Surabaya. Dan pada tahun yang sama membuka kembali Pondok Modern Darussalam Gontor dengan program pendidikan yang dinamakan "Tarbiyatu-l-Athfal". Setahun kemudian mendirikan Pandu Bintang Islam dan klub olahraga dan kesenian yang diberi nama "RIBATA" (Riyadhatu-l-Badaniyah Tarbiyatu-l-Athfal). Sejak tahun 1929 mendirikan kursus Kader dan Barisan Muballigihin yang berakhir hingga tahun 1932. Pada tahun 1935 ia mengetahui Ikatan Taman Perguruan Islam (TPI), yaitu suatu ikatan sekokolah-sekolah yang didirikan oleh alumni-alumni TA di desa-desa sekitar gontor. Pada tahun 1937 mendirikan organisasi pelajar Islam yang di beri nama "Raudlatu-l-Muta'allimin". Selain itu ia juga mendirikan dan memimpin Tarbiyatu-l-Ikhwan (Barisan Pemuda) dan Tabiyatu-l-Mar'ah (Barisan Wanita).[1]
Sekolah Rendah (Vervolk School) atau Sekolah Ongko Loro. Setamat Sekolah Rendah beliau mondok di berbagai pondok pesantren diantarnya adalah pondok pesantren Kauman Ponorogo; pondok Joresan Ponorogo; pondok Josari Ponorogo; Pondok Durisawo Ponorogo; Siwalan Panji Sidoarjo; Pondok Termas Pacitan. Setelah menjelajah berbagai kitab di berbagai Pondok pesantren, beliau masuk ke sekolah Belanda Algemeene Nederlandsch Verbon ( Sekolah pegawai di Zaman penjajahan Belanda), tahun 1919-1921.[1]
Pada tahun 1926 menjadi utusan ummat Islam daerah Madiun ke Kongres Ummat Islam Indonesia di Surabaya. Dan pada tahun yang sama membuka kembali Pondok Gontor dengan program pendidikan yang dinamakan “Tarbiyatu-l-Athfal“. Setahun kemudian mendirikan Pandu Bintang Islam dan klub olahraga dan kesenian yang diberi nama “RIBATA” (Riyadhatu-l-Badaniyah Tarbiyatu-l-Athfal). Sejak tahun 1929 mendirikan kursus Kader dan Barisan Muballigihin yang berakhir hingga tahun 1932. Pada tahun 1935 beliau mengetahui Ikatan Taman Perguruan Islam (TPI), yaitu suatu ikatan sekokolah-sekolah yang didirikan oleh alumni-alumni TA di desa-desa sekitar gontor. Pada tahun 1937 mendirikan organisasi pelajar Islam yang di beri nama “Raudlatu-l-Muta’allimin”. Selain itu beliau juga mendirikan dan memimpin Tarbiyatu-l-Ikhwan (Barisan Pemuda) dan Tabiyatu-l-Mar’ah (Barisan Wanita).