Ahmad Hokmabadi Tabrizi, kemudian dikenal sebagai Ahmad Kasravi, adalah seorang sejarawan, ahli hukum ahli bahasa, teolog, sekularis dan cendekiawan asal Iran. Dia adalah seorang profesor hukum di Universitas Teheran, serta seorang pengacara dan hakim di Teheran, Iran.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Ahmad Kasravi | |
|---|---|
| Nama asal | احمد کسرویcode: fa is deprecated |
| Lahir | Ahmad Hokmabadi Tabrizi (1890-09-29)29 September 1890 Tabriz, Iran Qajar |
| Meninggal | 11 Maret 1946(1946-03-11) (umur 55) Teheran, Iran Pahlavi |
| Kebangsaan | Iran |
| Dikenal atas | Linguistik, sejarah, politik, agama. |
| Karya terkenal | Sejarah Revolusi Konstitusional Iran; Raja-Raja Terlupakan; Syiisme; Zabân-e Pâk; Azari atau Bahasa Kuno Azerbaijan (semua dalam bahasa Persia) |
Ahmad Hokmabadi Tabrizi (bahasa Persia: سید احمد حکمآبادی تبریزیcode: fa is deprecated ; 29 September 1890 – 11 Maret 1946), kemudian dikenal sebagai Ahmad Kasravi (bahasa Persia: احمد کسرویcode: fa is deprecated ), adalah seorang sejarawan, ahli hukum ahli bahasa, teolog, sekularis dan cendekiawan asal Iran.[1][2][3] Dia adalah seorang profesor hukum di Universitas Teheran, serta seorang pengacara dan hakim di Teheran, Iran.
Lahir di Hokmavar (Hokmabad), Tabriz, Iran, Kasravi bersuku Azerbaijan Iran.[4][5] Selama tahun-tahun awalnya, Kasravi mendaftar di seminari. Kemudian, dia bergabung dengan Revolusi Konstitusional Iran. Dia meninggalkan pelatihan keagamaan setelah peristiwa tersebut dan mendaftar di American Memorial School di Tabriz. Sejak saat itu dia menjadi "anti ulama", dalam kata-kata Roy Mottahedeh.[6]
Kasravi adalah pendiri gerakan politik-sosial yang bertujuan membangun identitas sekularisme. Gerakan tersebut terbentuk pada masa Dinasti Pahlavi. Kasravi menulis lebih dari 70 buku, sebagian besar dalam bahasa Persia. Karya terpenting dari karyanya adalah Sejarah Revolusi Konstitusional Iran, Azari atau Bahasa Kuno Azerbaijan dan Sejarah 18 Tahun Azerbaijan.
Dia diserang dengan keras oleh ulama Syiah karena gagasan sekulernya dan oleh pengadilan karena pernyataan anti-monarkinya. Pada periode awalnya dia dikaitkan dengan Partai Demokrat di Iran.[7] Pada tahun 1941, dia mendirikan sebuah partai politik, yaitu Azadegan.[8] Kasravi akhirnya dibunuh oleh pengikut Navvab Safavi, pendiri kelompok fundamentalis Fada'iyan-e Islam. Banyak tokoh ulama Iran saat itu, termasuk Ayatollah Ruhollah Khomeini, mendukung tindakan pembunuhan Kasravi, dan Navvab serta Fada'iyan dinyatakan sebagai pahlawan setelah pembunuhan tersebut.[9] Kasravi adalah cendekiawan Azerbaijan Iran pertama yang mengambil posisi tegas melawan Pan-Turk dari Kesultanan Utsmaniyah, dan menulis karya terpenting tentang identitas Iran di wilayah Azerbaijan dan bahasa Azeri Kuno, sebuah bahasa Iran, bukanlah Turk seperti bahasa Azeri modern.[10] Kasravi secara luas dibenci oleh pan-Turki di Republik Azerbaijan dan Iran, yang memandangnya sebagai "pengkhianat" bagi orang Azerbaijan.[11]