Ahmad Kamal Abdullah adalah seorang penyair, novelis, dramawan, kritikus sastra Malaysia yang menulis dalam bahasa Melayu. Ia dikenal dengan nama samaran Kemala dan peraih Sastrawan Negara Malaysia ke-11 (2011). Ia lahir 30 Januari 1914, di sebuah kampung Gombak, Selangor. Ia telah memulai kegiatan kesastraan sejak di bangku Sekolah Dasar (SD). Banyak dari karyanya, khususnya puisi yang telah diterjemahkan kedalam berbagai bahasa, seperti bahasa Tionghoa, Bahasa Prancis, Bahasa Jerman, dan lain sebagainya. Ia telah mendapatkan berbagai penghargaan luar negeri, seperti penghargaan S.E.A Write Awards, dari Thailand, penghargaan Pujangga, dari Universitas Sultan Idris, hadiah sastra Malaysia, dan lain sebagainya.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Ahmad Kamal Abdullah | |
|---|---|
Kemala, Universitas Malaya, 2004 | |
| Lahir | Ahmad Kamal Abdullah (1941-01-30)30 Januari 1941 Gombak, Kuala Lumpur, Malaya Britania (kini Malaysia) |
| Meninggal | 27 Oktober 2021(2021-10-27) (umur 80) Kota Damansara, Selangor, Malaysia |
| Pemakaman | Bagian 9 Pemakaman Muslim Kota Damansara, Petaling Jaya, Selangor |
| Nama pena | Kemala |
| Pekerjaan | penyair, dramawan, kritikus sastra |
| Bahasa | Melayu |
| Kebangsaan | Malaysia |
| Kewarganegaraan | |
| Almamater | Maktab Perguruan Sultan Idris (Tanjung Malim) |
| Periode | 1958–1962 |
| Genre | puisi |
Ahmad Kamal Abdullah (30 Januari 1941 – 27 Oktober 2021) adalah seorang penyair, novelis, dramawan, kritikus sastra Malaysia yang menulis dalam bahasa Melayu. Ia dikenal dengan nama samaran Kemala dan peraih Sastrawan Negara Malaysia ke-11 (2011).[1] Ia lahir 30 Januari 1914, di sebuah kampung Gombak, Selangor.[1][2] Ia telah memulai kegiatan kesastraan sejak di bangku Sekolah Dasar (SD) .[1] Banyak dari karyanya, khususnya puisi yang telah diterjemahkan kedalam berbagai bahasa, seperti bahasa Tionghoa, Bahasa Prancis, Bahasa Jerman, dan lain sebagainya.[1] Ia telah mendapatkan berbagai penghargaan luar negeri, seperti penghargaan S.E.A Write Awards, dari Thailand, penghargaan Pujangga, dari Universitas Sultan Idris, hadiah sastra Malaysia, dan lain sebagainya.[1][2]
Ia pernah bersekolah di Sekolah Melayu Prince's ROad.[3] Pada tahun 1956, Ahmad Kamal terpilih menjadi guru Pelatih, mengajar di Sekolah Melayu Jeram,Selangor.[3] Ia memperoleh sertifikat Pelajaran Malaysia (1963), Sertifikat Tinggi Persekolahan (1974), Ijazah Sarjana Muda Sastera Kepujian (Universitas Sains Malaysia), Sarjana Sastera (Universitas Sains Malaysia), dan gelar Doktor Falsafah (Fakultas Kebangsaan Malaysia).[3]