Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Agus Noor

Agus Noor adalah sastrawan berkebangsaan Indonesia. Agus Sejak muda, Agus Noor telah berkecimpung di dunia sastra dengan menulis karya-karya puisi dan prosa. Dia merupakan penulis naskah untuk program Sentilan Sentilun Metro TV yang diadopsi dari naskah monolognya, Matinya Sang Kritikus, yang sebelumnya telah dipentaskan di sejumlah kota oleh Butet Kertaradjasa.

Seniman Indonesia
Diperbarui 17 Agustus 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Agus Noor

Agus Noor
Agus Noor
Lahir(1968-06-26)26 Juni 1968
Tegal, Jawa Tengah
PekerjaanSastrawan
Tahun aktif1990 - sekarang

Agus Noor (lahir 26 Juni 1968) adalah sastrawan berkebangsaan Indonesia. Agus Sejak muda, Agus Noor telah berkecimpung di dunia sastra dengan menulis karya-karya puisi dan prosa. Dia merupakan penulis naskah untuk program Sentilan Sentilun Metro TV yang diadopsi dari naskah monolognya, Matinya Sang Kritikus, yang sebelumnya telah dipentaskan di sejumlah kota oleh Butet Kertaradjasa.[1][2]

Latar belakang

Agus Noor lahir dan dibesarkan di Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal. Berlatar belakang pendidikan Jurusan Teater, Institut Seni Indonesia (ISI), Yogyakarta. Meskipun berlatar belakang pendidikan teater, ia aktif menulis. Dia dikenal sebagai cerpenis, penulis prosa, dan naskah panggung dengan gaya parodi yang terkadang satir. Monolog Matinya Toekang Kritik adalah salah satu karyanya yang mentertawakan keadaan Indonesia. Naskah ini, kemudian diusung sebagai program Sentilan Sentilun yang ditayangkan oleh stasiun televisi Metro TV.[3]

Karya

Bersama Ayu Utami, ia menulis naskah Sidang Susila untuk merefleksikan dan mengkritik Rancangan Undang Undang Anti-Pornografi. Selain menulis prosa, ia juga menulis cerpen. Karya cerpennya dimuat dalam Antologi Ambang (1992), Pagelaran (1993), Lukisan Matahari (1994). Sedangkan cerpen-cerpennya yang terhimpun dalam antologi bersama, di antaranya Lampor (Cerpen Pilihan Kompas, 1994), Jalan Asmaradana (Cerpen Pilihan Kompas, 2005), Kitab Cerpen Horison Sastra Indonesia (Majalah Horison dan The Ford Foundation, 2002), dan Dari Pemburu ke Tapuetik (Majelis Sastra Asia Tenggara dan Pusat Bahasa, 2005).[4]

Buku-buku kumpulan cerpennya yang sudah terbit antara lain, Memorabilia (Yayasan untuk Indonesia, 1999), Bapak Presiden yang Terhormat (Pustaka Pelajar, 2000), Selingkuh Itu Indah (Galang Press, 2001), Rendezvous: Kisah Cinta yang Tak Setia (Galang Press, 2004), Potongan Cerita di Kartu Pos (Penerbit Buku Kompas, 2006), Sebungkus Nasi dari Tuhan, Sepasang Mata Penari Telanjang, Matinya Toekang Kritik (Lamalera, 2006), Sepotong Bibir Paling Indah di Dunia (Bentang, 2010), Cerita Buat Para Kekasih (Gramedia Pustaka Utama, 2015). Cerpen-cerpennya pernah dimasukkan oleh Korie Layun Rampan sebagai sastrawan angkatan 2000. Buku terbaru yang disusun berjudul Cerpen-cerpen Terbaik Indonesia, merangkum tentang penerbitan cerpen dari Idrus hingga Seno Gumira Ajidarma.[5]

Penghargaan

  • Juara I Penulisan Cerpen pada Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) (1991).
  • Cerpenis terbaik pada Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) IV (1992).
  • Anugerah Cerpen Indonesia yang diselenggarakan Dewan Kesenian Jakarta untuk tiga cerpennya, Keluarga Bahagia, Dzikir Sebutir Peluru, dan Tak Ada Mawar di Jalan Raya (1999).
  • Karya terbaik Majalah Horison selama kurun waktu 1990-2000.
  • Anugerah Seni dari Mentri Kebudayaan dan Pariwisata untuk cerpennya, Piknik (2006).

Lihat pula

  • Butet Kertaradjasa
  • Metro TV
  • Ayu Utami
  • Komunitas Salihara

Referensi

  1. ↑ Website resmi Metro TV, diakses 27 Februari 2015
  2. ↑ Tempo: Agus Noor dan Para Selingkuhannya, diakses 1 Mei 2017
  3. ↑ Taman Ismail Marzuki Diarsipkan 2015-02-27 di Wayback Machine., diakses 27 Februari 2015
  4. ↑ Literary Biennale Salihara Diarsipkan 2015-02-27 di Wayback Machine., diakses 27 Februari 2015
  5. ↑ Hot Detik: AN rombak dua naskah penulis senior teater Gandrik, diakses 27 Februari 2015
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • ISNI
  • VIAF
  • WorldCat
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Belanda
Lain-lain
  • IdRef
  • Yale LUX
Agus Noor</span>"}]]}' id="mwfw"/>


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Latar belakang
  2. Karya
  3. Penghargaan
  4. Lihat pula
  5. Referensi

Artikel Terkait

Daftar seniman Indonesia

artikel daftar Wikimedia

Daftar-daftar seniman Indonesia

artikel daftar Wikimedia

Seniman Indonesia Muda

Seniman Indonesia Muda (SIM) merupakan organisasi seniman yang didirikan pada tahun 1946. Inisiator pendirian organisasi ini adalah S. Sudjojono, Trisno

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026