Adhia Absar Arryman adalah seorang pengusaha Indonesia yang bergerak di bidang teknologi pangan. Ia dikenal karena inovasinya lewat Laukita, merek makanan siap saji khas Indonesia, yang menjadi pionir industri makanan siap saji di Indonesia.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Adhia Absar Arryman | |
|---|---|
| Lahir | Adhia Absar Arryman 12 Desember 1983 Jakarta, Indonesia |
| Almamater | Universitas Indonesia |
| Pekerjaan | Group CEO ADCORP |
| Dikenal atas | Pendiri Laukita, merek makanan siap saji Indonesia |
| Orang tua |
|
| Keluarga | Sutan Aswar |
Adhia Absar Arryman (lahir 12 Desember 1983) adalah seorang pengusaha Indonesia yang bergerak di bidang teknologi pangan. Ia dikenal karena inovasinya lewat Laukita, merek makanan siap saji khas Indonesia, yang menjadi pionir industri makanan siap saji di Indonesia.[1][2][3]
Pada 2023, ia mendirikan sekaligus menjadi CEO ADCORP, perusahaan yang berfokus pada energi hijau dan hilirisasi silika di Indonesia.[4] Sebagai brand holding company, ADCORP mengelola beberapa sub holding companies yaitu ADInvestment, ADResources, ADIndustries, ADServices, ADEnergy, ADLand, dan ADFoodServices.[5]
Adhia lahir di Jakarta pada 12 Desember 1983. Ia merupakan putra dari ekonom Arif Arryman dan sosiolog Sativa Sutan Aswar. Kakeknya dari pihak ibu, Sutan Aswar, adalah salah satu pendiri Angkatan Udara Republik Indonesia sekaligus pencipta bensin pesawat (AFTUR) pertama di Indonesia. Adhia mewarisi darah Minang dari kedua orang tuanya,[6]
Menghabiskan sebagian masa kecilnya di Paris, Prancis, Adhia menyelesaikan pendidikan menengah dan tingginya di Indonesia. Ia awalnya masuk ke Jurusan Teknik Industri Institut Teknologi Bandung sebelum memperoleh gelar sarjana hukum dari Universitas Indonesia pada tahun 2008. Kombinasi kedua latar belakang keilmuan tersebut kelak menunjang aktivitas bisnisnya.[7]
Adhia memulai bisnisnya dengan mendirikan Umara Group pada tahun 2013, sebuah perusahaan berbasis teknologi makanan.[8][9] Perusahan tersebut berkembang hingga mempekerjakan lebih dari 400 karyawan.[10]
Pada awal 2019, ia meluncurkan produk Laukita, inovasi makanan siap saji dan beku berbasis masakan khas Nusantara. Laukita menggunakan metode pembekuan makanan dalam wadah khusus yang memungkinkan berbagai jenis masakan diawetkan tanpa merusak komposisi dan cita rasa. Dengan teknologi kemasan makanan vacuum-packed, produk Laukita dapat bertahan selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun tanpa pengawet buatan.[11]
Produk Laukita menawarkan 12 menu masakan Nusantara, seperti bistik lidah, oseng mercon, cumi cabe ijo, rendang paru, ayam betutu, dan dendeng daging, yang dikemas dalam plastik khusus kedap udara.[12] Penjualan Laukita mengalami peningkatan signifikan selama pandemi COVID-19 tahun 2020. Pada 2021, Laukita berhasil memperoleh pendanaan dari PT Amartha Koru Management untuk ekspansi bisnis ke luar negeri.[13][2]
Pada 2022, bertepatan dengan Hari Perempuan Sedunia, Adhia melalui Laukita bekerja sama dengan MoM Academy mendistribusikan 10.000 produk Laukita kepada 10 komunitas regional di Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Program ini bertujuan untuk mendukung para ibu dalam menyediakan makanan bergizi bagi keluarga mereka menghadapi pandemi COVID-19 yang berlanjut.[14] Pada akhir tahun, Umara Group diakuisisi oleh PT Amarta Koru Management.[15]
Pada 2023, Adhia mendirikan ADCORP bersama Dimas Beck, perusahaan yang berfokus pada pengembangan energi hijau dan hilirisasi silika. ADCORP terlibat dalam beberapa proyek energi terbarukan dan properti ramah lingkungan di Indonesia.[16][17]