Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Ade Irma Suryani Nasution

Ade Irma Suryani Nasution adalah putri bungsu Jenderal Besar Abdul Haris Nasution. Ade terbunuh dalam peristiwa Gerakan 30 September yang berusaha untuk menculik Abdul Haris Nasution. Ade yang berumur lima tahun tertembak ketika berusaha menjadi tameng ayahandanya. Dalam peristiwa tersebut tewas juga ajudan Abdul Haris Nasution yaitu Pierre Tendean.

pahlawan nasional Indonesia
Diperbarui 24 Maret 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Ade Irma Suryani Nasution
Ini adalah nama Mandailing, marganya adalah Nasution.

Ade Irma Suryani Nasution
Dari kiri ke kanan: Abdul Haris Nasution (ayah), Ade Irma Suryani Nasution (putri), Johana Sunarti (ibu), dan Hendrianti Saharah (putri)
Lahir(1960-02-19)19 Februari 1960
Jakarta, Indonesia
Meninggal6 Oktober 1965(1965-10-06) (umur 5)
Jakarta, Indonesia
Sebab meninggalDitembak dalam peristiwa Gerakan 30 September
Orang tua
  • Abdul Haris Nasution (ayah) Johana Sunarti Nasution (ibu)
Plang nama jalan Ade Irma Suryani di Pekanbaru, Riau.

Ade Irma Suryani Nasution (19 Februari 1960 – 6 Oktober 1965)[1][2] adalah putri bungsu Jenderal Besar Abdul Haris Nasution. Ade terbunuh dalam peristiwa Gerakan 30 September yang berusaha untuk menculik Abdul Haris Nasution. Ade yang berumur lima tahun tertembak ketika berusaha menjadi tameng ayahandanya. Dalam peristiwa tersebut tewas juga ajudan Abdul Haris Nasution yaitu Pierre Tendean.

Sebelum meninggal, Ade sempat dirawat di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta Pusat. Namun, nyawanya tidak tertolong. Dia meninggal pada tanggal 6 Oktober 1965.[3] Pemerintah membangun monumen di tempat peristirahatan terakhirnya, di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, persis di samping Kantor Wali Kota Jakarta Selatan. Di depan nisannya, tertulis kata-kata dari sang ayah, Jenderal A.H. Nasution. "Anak saya yang tercinta, engkau telah mendahului gugur sebagai perisai ayahmu."[3]

Saat ini, namanya diabadikan sebagai nama jalan, sekolah taman kanak-kanak, hingga panti asuhan, di beberapa daerah di Indonesia. Salah satunya adalah taman permainan dan rekreasi di Kota Cirebon yang diberi nama Taman Ade Irma Suryani Nasution.[3]

Referensi

  1. ↑ Noorastuti, Pipiet Tri, Nicolaus Tomy Kurniawan. Makam Ade Irma Suryani yang Kian Lusuh Diarsipkan 2010-08-09 di Wayback Machine.. VIVAnews, 30 September 2009. Diakses pada 23 Agustus 2010.
  2. ↑ Kurniawan, Hariyanto. Makam Ade Irma Megah, Namun Gelap Gulita. Okezone, 29 Mei 2007. Diakses pada 30 Agustus 2015.
  3. 1 2 3 Raditya, Iswara N. "Ade Irma Terbunuh Karena Jadi Perisai A.H. Nasution". Tirto.id. Diakses tanggal 2020-03-22.

Lihat pula

  • Jenderal Besar Dr. Abdul Harris Nasution
  • Museum Jenderal Besar DR. Abdul Haris Nasution
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • ISNI
  • VIAF
Nasional
  • Belanda


Artikel bertopik biografi Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Referensi
  2. Lihat pula

Artikel Terkait

Pahlawan nasional Indonesia

Gelar penghargaan resmi tingkat tertinggi di Indonesia

Pahlawan Revolusi Indonesia

artikel daftar Wikimedia

Hari Pahlawan (Indonesia)

Hari Pahlawan Nasional

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026