Sturgeon Atlantik adalah spesies sturgeon berukuran besar yang berasal dari kedua sisi Samudra Atlantik dan daerah aliran sungai yang terhubung. Spesies ini merupakan anggota famili Acipenseridae dan, seperti sturgeon lainnya, kadang dianggap sebagai fosil hidup. Jangkauan utama sturgeon Atlantik berada di Amerika Utara bagian timur, mulai dari New Brunswick, Kanada, hingga pesisir timur Florida, Amerika Serikat. Satu populasi terputus yang sangat terancam keberadaannya terdapat di wilayah Baltik di Eropa.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Acipenser oxyrinchus
| |
|---|---|
| Acipenser oxyrinchus oxyrinchus | |
| Status konservasi | |
| Rentan | |
| IUCN | 243 |
| Taksonomi | |
| Superkerajaan | Holozoa |
| Kerajaan | Animalia |
| Filum | Chordata |
| Ordo | Acipenseriformes |
| Famili | Acipenseridae |
| Genus | Acipenser |
| Spesies | Acipenser oxyrinchus |
| Subspesies | Acipenser oxyrinchus oxyrinchus Mitchill, 1815 |
Sturgeon Atlantik (Acipenser oxyrinchus) adalah spesies sturgeon berukuran besar yang berasal dari kedua sisi Samudra Atlantik dan daerah aliran sungai yang terhubung. Spesies ini merupakan anggota famili Acipenseridae dan, seperti sturgeon lainnya, kadang dianggap sebagai fosil hidup. Jangkauan utama sturgeon Atlantik berada di Amerika Utara bagian timur, mulai dari New Brunswick, Kanada, hingga pesisir timur Florida, Amerika Serikat. Satu populasi terputus yang sangat terancam keberadaannya terdapat di wilayah Baltik di Eropa (sekarang hanya melalui proyek reintroduksi).
Sturgeon Atlantik dulunya sangat melimpah ketika para pemukim Eropa pertama tiba di Amerika Utara, tetapi sejak itu populasinya menurun akibat penangkapan berlebihan, pencemaran air, dan hambatan habitat seperti bendungan.[1] Spesies ini dianggap terancam, terancam punah, dan bahkan punah secara lokal di banyak habitat asalnya. Ikan ini dapat mencapai usia 60 tahun, panjang 4,6 m, dan berat lebih dari 360 kg.[2]
Bersama kerabatnya, sturgeon laut Eropa A. sturio, sturgeon Atlantik A. oxyrinchus merupakan salah satu anggota paling basal dalam garis keturunan sturgeon. Sturgeon Teluk A. desotoi, yang endemik pada sungai-sungai yang mengalir ke Teluk Meksiko di bagian tenggara Amerika Serikat, sebelumnya dianggap sebagai subspesies sturgeon Atlantik. Namun kajian filogenetik menunjukkan bahwa keduanya memiliki perbedaan genetik yang cukup besar untuk diklasifikasikan sebagai spesies berbeda. Kedua spesies tampaknya telah berpisah sejak kala Pleistosen.[3]
Populasi sturgeon yang kini hampir punah di wilayah Laut Baltik ternyata berasal dari sturgeon Atlantik A. oxyrinchus, bukan dari spesies Eropa A. sturio sebagaimana sebelumnya diduga. A. oxyrinchus bermigrasi ke Baltik sekitar 1300 tahun yang lalu dan menggantikan A. sturio yang asli.[4]
Spesimen terakhir sturgeon Atlantik yang diketahui di wilayah Baltik tertangkap pada tahun 1996 dekat Muhumaa di Estonia. Panjangnya 2,9 m, beratnya 136 kg, dan diperkirakan berusia sekitar 50 tahun.[5]
Alih-alih memiliki sisik sejati, sturgeon Atlantik memiliki lima deret lempeng tulang yang dikenal sebagai skute. Beberapa spesimen dengan berat lebih dari 800 lb dan panjang hampir 15 ft pernah tercatat, tetapi umumnya hanya tumbuh hingga 6–8 ft (1,8–2,4 m) dan tidak lebih dari 300 lb (140 kg). Warnanya bervariasi dari biru kehitaman dan hijau zaitun pada punggung hingga putih pada bagian bawah tubuh. Spesies ini memiliki moncong yang lebih panjang dibandingkan sturgeon lainnya serta empat sungut di sisi mulutnya.[6]