Acer laurinum, juga dikenal sebagai mapel laurel, adalah pohon hijau abadi Asia dalam famili Sapindaceae. Tumbuhan ini kemungkinan secara lokal dikenal sebagai huru bodas tetapi dua jurnal ilmiah tidak konsisten dalam merujuk nama latin huru bodas, karena salah satu jurnal ilmiah mencantumkan nama ilmiah tumbuhan huru bodas sebagai Neolitsea javanica bukan Acer laurinum.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Acer laurinum | |
|---|---|
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Plantae |
| Klad: | Tracheophyta |
| Klad: | Angiospermae |
| Klad: | Eudikotil |
| Klad: | Rosidae |
| Ordo: | Sapindales |
| Famili: | Sapindaceae |
| Genus: | Acer |
| Seksi: | Acer sect. Rubra |
| Spesies: | A. laurinum |
| Nama binomial | |
| Acer laurinum | |
| Sinonim[2] | |
| |
Acer laurinum, juga dikenal sebagai mapel laurel,[3] adalah pohon hijau abadi Asia dalam famili Sapindaceae. Tumbuhan ini kemungkinan secara lokal dikenal sebagai huru bodas tetapi dua jurnal ilmiah tidak konsisten dalam merujuk nama latin huru bodas, karena salah satu jurnal ilmiah mencantumkan nama ilmiah tumbuhan huru bodas sebagai Neolitsea javanica bukan Acer laurinum.[4][5]
Acer laurinum mencapai ketinggian 40 meter (130 ft). Pohon ini memiliki batang dengan pepagan bersisik berwarna merah kecokelatan. Daunnya gundul, tanpa lekukan atau gerigi. Tumbuhan ini memiliki bunga berwarna putih, yang diikuti oleh samara yang berpasangan.[6][7][8] Spesies ini bersifat berumah dua, dengan bunga jantan dan betina yang terpisah.[9]
Acer laurinum adalah satu-satunya anggota dari genusnya yang memiliki populasi asli di Belahan Bumi Selatan, yaitu di Indonesia. Spesies ini juga merupakan tumbuhan asli Myanmar, Kamboja, India, Laos (Khammouan), Malaysia, Nepal, Filipina, Thailand, dan Tiongkok barat daya (Guangxi, Hainan, Tibet, Yunnan).[6][10]