Akantosis nigrikans atau disebut dengan adelo adalah tanda medis yang ditandai dengan hiperpigmentasi kulit berwarna coklat kehitaman, tidak jelas batasnya, dan seperti beludru. Umumnya terdapat pada lipatan-lipatan tubuh, seperti lipatan belakang dan samping leher, ketiak, selangkangan, pusar, dahi, dan daerah lainnya.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Akantosis nigrikans atau disebut dengan adelo adalah tanda medis yang ditandai dengan hiperpigmentasi kulit berwarna coklat kehitaman, tidak jelas batasnya, dan seperti beludru.[1] Umumnya terdapat pada lipatan-lipatan tubuh,[2] seperti lipatan belakang dan samping leher, ketiak, selangkangan, pusar, dahi, dan daerah lainnya.[1]
Hal ini terkait dengan disfungsi endokrin, terutama resistensi insulin dan hiperinsulinemia, seperti yang terlihat pada diabetes melitus. Ini mengaktifkan reseptor faktor pertumbuhan mirip insulin, yang menyebabkan proliferasi keratinosit, fibroblas, dan sel lain di kulit. Aktivasi reseptor faktor pertumbuhan lainnya seperti reseptor faktor pertumbuhan fibroblast atau reseptor faktor pertumbuhan epidermal juga dapat menjadi penyebabnya.[3]
Gejala adelo muncul sebagai bercak kulit berwarna coklat gelap kehitaman, tidak jelas batasnya, seperti beludru, biasanya menyerang wajah, leher, ketiak, alat kelamin, selangkangan, siku, lutut, anus, pusar, dan lipatan hidung.[1]
Kondisi ini biasanya terjadi pada individu berusia di bawah 40 tahun, berhubungan dengan resistensi insulin, diabetes tipe 2, obesitas atau endokrinopati, seperti hipotiroidisme, akromegali, sindrom ovarium polikistik atau penyakit Cushing, dan mungkin diturunkan secara genetik.[4][5]