Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiAbu Hanifah (menteri)
Artikel Wikipedia

Abu Hanifah (menteri)

Abu Hanifah Datuak Maharajo Ameh atau yang lebih dikenal dengan Abu Hanifah adalah seorang pejuang kemerdekaan, ahli kesehatan, seniman, dan politikus Indonesia. Abu Hanifah pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia pada tahun 1949 hingga 1950 dalam Kabinet RIS. Selain itu, ia juga pernah ditugaskan sebagai Duta Besar RI untuk Brasil.

politisi Indonesia
Diperbarui 15 Desember 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Abu Hanifah (menteri)
Artikel ini membutuhkan rujukan tambahan agar kualitasnya dapat dipastikan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Abu Hanifah" menteri – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
Abu Hanifah
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia ke-7
Masa jabatan
20 Desember 1949 – 6 September 1950
Sebelum
Pendahulu
Sarmidi Mangunsarkoro
Pengganti
Sarmidi Mangunsarkoro
Sebelum
Informasi pribadi
Lahir(1906-01-06)6 Januari 1906
Bukit Surungan, Padang Panjang, Sumatera Barat, Hindia Belanda
Meninggal4 Januari 1980(1980-01-04) (umur 73)
Jakarta
Partai politikPartai Masyumi
Anak3
Almamater
  • ELS; STOVIA, Jakarta
  • Geneeskundige Hogeschool, Jakarta
ProfesiMenteri Indonesia, pejuang kemerdekaan
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Bantuan penggunaan templat ini

Abu Hanifah Datuak Maharajo Ameh[1] atau yang lebih dikenal dengan Abu Hanifah (6 Januari 1906 – 4 Januari 1980) adalah seorang pejuang kemerdekaan, ahli kesehatan, seniman, dan politikus Indonesia. Abu Hanifah pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia pada tahun 1949 hingga 1950 dalam Kabinet RIS. Selain itu, ia juga pernah ditugaskan sebagai Duta Besar RI untuk Brasil.

Abu Hanifah juga dikenal sebagai seniman. Ia menulis naskah lakon atau drama dan novel.[2] Dalam naskah lakon atau dramanya, Abu Hanifah memakai nama El Hakim. Ia ikut meramaikan dunia teater pada masa-masa pendudukan Jepang bersama adik kandungnya, Usmar Ismail serta temannya Armijn Pane. Beberapa karya sastranya pernah dipentaskan oleh perkumpulan drama Maya, seperti Taufan di Atas Asia pada tahun 1943. Di samping itu, ia juga dikenal sebagai pelukis.

Pendidikan

Pada tahun 1932, Abu Hanifah menamatkan pendidikannya di STOVIA. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di Sekolah Tinggi Kedokteran dan menamatkannya pada tahun 1940. Abu Hanifah menerima gelar doktor Honoris Causa dari Akademi Belle Arte di Brasil.[3] Abu Hanifah juga membentuk himpunan sandiwara penggemar Maya yang merupakan satu-satunya himpunan sandiwara pada masa penjajahan Jepang yang secara tegas merumuskan tujuan aktivitasnya yakni tegaknya kejayaan budaya Indonesia. Selain itu, Abu Hanifah juga berpengalaman dalam mengelola media massa cetak, antara lain ia pernah menjadi redaktur majalah Jong Sumatra, Pemuda Indonesia, dan Indonesia Raja.[butuh rujukan]

Politik

Sambil berpraktik sebagai dokter, Abu Hanifah juga giat dikancah politik praktis dalam kerangka perjuangan kemerdekaan Indonesia. Beberapa kegiatan politiknya, di antaranya menjadi redaktur berbagai majalah perhimpunan pemuda, seperti Jong Sumatranen Bond periode 1923-1926 serta Indonesia Moeda pada tahun 1931. Abu Hanifah juga merupakan salah seorang tokoh dalam peristiwa Sumpah Pemuda pada tahun 1928.

Pada saat Jepang masuk menduduki Hindia Belanda (Indonesia), Abu Hanifah aktif sebagai anggota Barisan Pemuda Asia Raya. Semua kegiatan politik serta perjuangan kemerdekaannnya, telah menempatkan Abu Hanifah sebagai salah seorang tokoh perintis kemerdekaan Indonesia.

Meninggal dunia

Abu Hanifah meninggal dunia pada 4 Januari 1980 di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, Jakarta, karena penyakit imbuli (kelumpuhan pada masa tua) yang dideritanya. Ia dikebumikan di Taman Pemakaman Umum Karet Bivak, Jakarta, ditempat yang sama dengan adik kandungnya, Usmar Ismail. Abu Hanifah meninggalkan seorang istri, 3 orang anak serta 4 orang cucu.

Karier dan perjuangan

  • Pada masa awal pernah bekerja pada berbagai rumah sakit pemerintah
  • Redaktur majalah perhimpunan pemuda Jong Sumatranen Bond (1923-1926)
  • Redaktur majalah perhimpunan pemuda Pemoeda Indonesia
  • Redaktur majalah perhimpunan pemuda Indonesia Raya dari PPPI (1926-1930)
  • Tokoh Sumpah Pemuda 1928
  • Redaktur majalah perhimpunan pemuda Indonesia Moeda (1931)
  • Sastrawan dan pelukis
  • Anggota Barisan Pemuda Asia Raya (masa pendudukan Jepang)
  • Anggota BKR (1945-1950)
  • Ketua Fraksi Masyumi dalam KNIP
  • Ketua Delegasi Indonesia ke Inter-Asian Relation Conference di New Delhi, India (1947)
  • Menteri Pendidikan & Kebudayaan Republik Indonesia (1949-1950)
  • Ketua Delegasi Indonesia ke UNESCO, Firenze, Italia (1950)
  • Anggota Eksekutif Kantor Pusat UNICEF di New York, Amerika Serikat (1951)
  • Duta Besar RI untuk Brazil

Karya Tulis

  • Dewi Rani (1943)
  • Dokter Rimbu (1955)
  • Rokaya
  • Pelaut
  • tjita tjita perdjoangan

Tanda Kehormatan

NegaraTanggalTanda KehormatanPita HarianReferensi
 Indonesia7 Agustus 1995Bintang Mahaputera Utama[4]
1961Satyalancana Peringatan Kemerdekaan[5]
Satyalancana Perintis Kemerdekaan[5]
1967Satyalancana Karya Satya Kelas II[5]
 BrazilGrand Cross of the Order of the Southern Cross[6]
 LiberiaGrand Cross of the Order of the Star of Africa[5]

Referensi

  1. ↑ https://books.google.co.id/books?id=DxklAAAAMAAJ&pg=PA16
  2. ↑ Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional (2003). Ensiklopedia Sasatra Indonesia Modern. Bandung: Rosdakarya.
  3. ↑ Sugono, D., dkk., ed. (2003). Ensiklopedia Sastra Indonesia Modern (PDF). Jakarta: Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional. hlm. 7. ISBN 979-685-308-6. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: editors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ↑ Daftar WNI yang Mendapat Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera tahun 1959 s.d. 2003 (PDF). Diakses tanggal 3 September 2021.
  5. 1 2 3 4 Prof. Dr. Abu Hanifah Dt. M.E. karya dan pengabdiannya. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional, Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Sejarah Nasional. 1985. hlm. 3. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. ↑ G. A. Manilet-Ohorella, Indonesia (1985). Umar Wirahadikusumah, pengabdian seorang prajurit. Indonesia: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional, Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Sejarah Nasional. hlm. 61. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Pranala luar

  • Profil Abu Hanifah Diarsipkan 2008-08-02 di Wayback Machine. Situs Taman Ismail Marzuki. Diakses 14 Mei 2013.
Jabatan pemerintahan
Didahului oleh:
Sarmidi Mangunsarkoro
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia
1949 - 1950
Diteruskan oleh:
Sarmidi Mangunsarkoro
Jabatan diplomatik
Didahului oleh:
Sutan Mohammad Rasjid
Duta Besar Indonesia untuk Italia
1958–1961
Diteruskan oleh:
Teuku Mohammad Hadi Thayeb
Didahului oleh:
Soenardjo Abu Ngusman
Duta Besar Indonesia untuk Brasil
1961–1964
Diteruskan oleh:
Bambang Soegeng
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • ISNI
  • VIAF
  • GND
  • FAST
  • WorldCat
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Prancis
  • Data BnF
  • Australia
  • Belanda
  • Israel
Akademik
  • CiNii
Orang
  • Trove
Lain-lain
  • IdRef
  • Yale LUX
    • l
    • b
    • s
    Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Indonesia
    Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
    • Ki Hadjar Dewantara
    • Todung Sutan Gunung Mulia
    • Mohammad Sjafei
    • Soewandi
    • Ali Sastroamidjojo
    • Teuku Mohammad Hasan
    • Sarmidi Mangunsarkoro
    • Abu Hanifah
    • Sarmidi Mangunsarkoro
    • Bahder Djohan
    • Wongsonegoro
    • Bahder Djohan
    • Mohammad Yamin
    • Soewandi Notokoesoemo
    • Sarino Mangunpranoto
    • Prijono
    • Sarino Mangunpranoto
    • Sanusi Hardjadinata
    • Mashuri Saleh
    • Sumantri Brodjonegoro
    • Syarief Thayeb
    • Daoed Joesoef
    • Nugroho Notosusanto
    • Fuad Hassan
    • Wardiman Djojonegoro
    • Wiranto Arismunandar
    • Juwono Soedarsono
    • Yahya Muhaimin
    • Abdul Malik Fadjar
    • Bambang Sudibyo
    • Mohammad Nuh
    • Anies Baswedan
    • Muhadjir Effendy
    • Nadiem Makarim
    • Abdul Mu’ti
    • Category Kategori
    • List-Class article Daftar

    Bagikan artikel ini

    Share:

    Daftar Isi

    1. Pendidikan
    2. Politik
    3. Meninggal dunia
    4. Karier dan perjuangan
    5. Karya Tulis
    6. Tanda Kehormatan
    7. Referensi
    8. Pranala luar

    Artikel Terkait

    Daftar-daftar politikus Indonesia

    politik Indonesia Daftar Presiden Indonesia Daftar Wakil Presiden Indonesia Daftar Perdana Menteri Indonesia Daftar Wakil Perdana Menteri Indonesia Daftar

    Daftar politikus terkaya di Indonesia

    makna dan implikasi penting, baik dari sudut pandang masyarakat, pengamat politik, maupun tata kelola pemerintahan

    Arteria Dahlan

    Pengacara dan politikus Indonesia

    Jakarta Aktual
    Jakarta Aktual© 2026