Abies religiosa merupakan spesies cemara yang berasal dari daerah pegunungan di Meksiko tengah dan selatan meliputi Sabuk Vulkanik Trans-Meksiko dan Sierra Madre del Sur, serta wilayah barat Guatemala. Pohon ini tumbuh pada ketinggian sekitar 2.100 hingga 4.100 meter, di hutan awan yang memiliki musim panas sejuk dan lembap serta musim dingin yang cenderung kering, meski di negara bagian Veracruz spesies ini hidup di kawasan dengan curah hujan merata sepanjang tahun. Cemara ini mampu bertahan terhadap hujan salju musim dingin yang biasa terjadi di batas tertinggi daerah pertumbuhannya. Nama asalnya Abies religiosa, yang secara harfiah berarti “cemara religius,” merujuk pada tradisi penggunaan dahan potongannya dalam berbagai perayaan keagamaan, terutama saat Natal dan dalam dekorasi gereja di Meksiko.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Abies religiosa | |
|---|---|
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Plantae |
| Klad: | Tracheophyta |
| Klad: | Gymnospermae |
| Divisi: | Pinophyta |
| Kelas: | Pinopsida |
| Ordo: | Pinales |
| Famili: | Pinaceae |
| Genus: | Abies |
| Spesies: | A. religiosa |
| Nama binomial | |
| Abies religiosa | |
| Sinonim[3] | |
| |
Abies religiosa merupakan spesies cemara yang berasal dari daerah pegunungan di Meksiko tengah dan selatan meliputi Sabuk Vulkanik Trans-Meksiko dan Sierra Madre del Sur, serta wilayah barat Guatemala. Pohon ini tumbuh pada ketinggian sekitar 2.100 hingga 4.100 meter, di hutan awan yang memiliki musim panas sejuk dan lembap serta musim dingin yang cenderung kering, meski di negara bagian Veracruz spesies ini hidup di kawasan dengan curah hujan merata sepanjang tahun. Cemara ini mampu bertahan terhadap hujan salju musim dingin yang biasa terjadi di batas tertinggi daerah pertumbuhannya.[4] Nama asalnya Abies religiosa, yang secara harfiah berarti “cemara religius,” merujuk pada tradisi penggunaan dahan potongannya dalam berbagai perayaan keagamaan, terutama saat Natal dan dalam dekorasi gereja di Meksiko.[5]
Abies religiosa adalah pohon konifer berukuran sedang hingga besar yang dapat mencapai tinggi 25–50 meter, dengan batang berdiameter hingga 2 meter. Daunnya berbentuk jarum, pipih, panjang 1,5–3,5 cm dan lebar sekitar 1,5 mm dengan ketebalan kira-kira 0,5 mm. Permukaan atas daun berwarna hijau tua, sedangkan bagian bawahnya memiliki dua jalur stomata berwarna biru keputihan. Ujung daun meruncing. Daun tersusun secara spiral pada pucuk, tetapi masing-masing daun terpilin di bagian pangkal sehingga tampak tersusun rata di sisi kiri, kanan, dan bagian atas pucuk, tanpa daun yang mengarah ke bawah. Tunasnya berwarna coklat kemerahan, dan bisa tidak berbulu atau hanya memiliki rambut halus yang tersebar. Buahnya berukuran panjang 8–16 cm dan lebar 4–6 cm, dengan warna biru-ungu tua sebelum matang. Braktea pada sisik kerucut berwarna ungu atau kehijauan, berukuran sedang, dan ujungnya tampak keluar pada kerucut yang masih tertutup. Biji bersayap dilepaskan ketika buah hancur saat matang, sekitar 7–9 bulan setelah penyerbukan. Pohon-pohon yang tumbuh di ujung barat wilayah sebarannya, seperti di Nevado de Colima, Jalisco, memiliki kerucut dengan braktea yang lebih panjang dan menekuk ke luar, mirip dengan kerucut cemara mulia. Populasi ini kadang diperlakukan sebagai spesies tersendiri, yaitu Abies colimensis.[6]
Pohon ini menjadi tempat favorit bagi kupu-kupu raja (Danaus plexippus) untuk membentuk koloni selama masa hibernasi mereka di hutan Sabuk Vulkanik Trans-Meksiko. Walaupun kupu-kupu raja juga dapat ditemukan di bagian lain dataran tinggi selatan Meksiko, karena sebagian kecil individunya tidak bermigrasi, mayoritas populasi berkumpul di sejumlah hutan cemara yang dilindungi di Cagar Biosfer Kupu-kupu Raja, dekat Angangueo (Michoacán) dan Avándaro (Negara Bagian Meksiko), antara bulan Desember hingga Maret. Kayu dari cemara suci relatif lunak sehingga kurang ideal untuk pembuatan benda-benda kayu. Meski begitu, populasinya terus berkurang akibat penebangan untuk bahan bakar serta berbagai bentuk gangguan lain yang disebabkan oleh aktivitas manusia.[7]
The specific epithet (religiosa) refers to the common use of the evergreen branches for decorations in churches.