Abies lasiocarpa pohon cemara yang berasal dari Amerika Utara bagian barat.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Abies lasiocarpa | |
|---|---|
| Spesimen di Taman Nasional North Cascades | |
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Plantae |
| Klad: | Tracheophyta |
| Klad: | Gymnospermae |
| Divisi: | Pinophyta |
| Kelas: | Pinopsida |
| Ordo: | Pinales |
| Famili: | Pinaceae |
| Genus: | Abies |
| Spesies: | A. lasiocarpa |
| Nama binomial | |
| Abies lasiocarpa | |
| [3] | |
| |
| Jangkauan alami | |
| Sinonim[3] | |
|
Daftar
| |
Abies lasiocarpa pohon cemara yang berasal dari Amerika Utara bagian barat.
Abies lasiocarpa merupakan pohon cemara berukuran sedang dengan bentuk mahkota yang sangat ramping dan kerucut. Pohon ini dapat tumbuh hingga sekitar 20 meter, meskipun dalam kondisi ideal dapat mencapai tinggi 40–50 meter, dengan diameter batang umumnya sekitar 1 meter dan dapat mencapai hingga 2,1 meter. Kulit pohon muda berwarna abu-abu halus dengan lepuh berisi resin, tetapi seiring bertambahnya usia, kulitnya menjadi kasar, retak, atau bersisik. Cabang terendah biasanya tumbuh sekitar satu meter di atas permukaan tanah. Daunnya berbentuk jarum datar dengan panjang 1,5–3 sentimeter, berwarna hijau kebiruan dengan garis stomata lebar di bagian atas dan dua pita stomata berwarna biru keputihan di bagian bawah. Bekas luka daun segar tampak kehijauan, meski pada varietas pedalaman cenderung berwarna cokelat. Daun tersusun spiral di sepanjang pucuk, tetapi pangkalnya terpelintir sehingga tampak menyebar ke sisi dan bagian atas pucuk, sementara bagian bawah hampir tidak memiliki daun. Buahnya tumbuh tegak, berukuran 6–12 sentimeter, berwarna ungu tua dengan rambut halus kekuningan-cokelat, dan akan matang menjadi cokelat sebelum hancur untuk melepaskan biji bersayap pada awal musim gugur.[4] The bark on young trees is smooth, gray, and with resin blisters, becoming rough and fissured or scaly on old trees.[4]
Masyarakat adat Amerika memanfaatkan berbagai bagian dari pohon ini untuk keperluan sehari-hari dan pengobatan tradisional. Daunnya digunakan sebagai pengharum alami serta dibakar sebagai dupa atau uap untuk tujuan penyembuhan. Kulit kayu yang telah dihaluskan, bersama dengan bagian lain dari pohon, dijadikan ramuan untuk mengobati pilek. Getah atau resin pohon digunakan sebagai salep untuk menutup luka atau dikunyah layaknya permen karet. Selain itu, ranting-rantingnya sering dimanfaatkan sebagai alas tidur.[4] Beberapa suku Indian Dataran Tinggi juga diketahui meminum atau mandi dengan rebusan tanaman ini sebagai bentuk pemurnian tubuh atau untuk merangsang pertumbuhan rambut.[5]
Kayu dari pohon ini tergolong ringan dan dianggap memiliki mutu yang kurang baik, namun terkadang dimanfaatkan untuk bahan bubur kayu, konstruksi umum, serta pembuatan kertas. Selain itu, spesies ini juga dikenal sebagai salah satu pilihan populer untuk pohon Natal. Dalam bidang hortikultura, pohon ini sering dijadikan tanaman hias di taman atau area luas karena warna daunnya yang kebiruan dan mencolok. Tanaman ini juga dapat dibentuk menjadi bonsai.[4] Varietas Abies lasiocarpa var. arizonica ‘Compacta’ cocok untuk taman berukuran kecil karena tumbuh sebagai semak dengan tinggi sekitar 4 meter dan lebar 1,5 meter. Di Inggris, kultivar ini telah menerima Award of Garden Merit dari Royal Horticultural Society.[6][7]