A Pale View of Hills adalah film drama tahun 2025 yang ditulis dan disutradarai oleh Kei Ishikawa. Film ini didasarkan pada novel tahun 1982 karya Kazuo Ishiguro. Alurnya mengikuti kenangan seorang janda dengan memori kehidupannya antara Jepang pada tahun 1950-an dan Inggris pada tahun 1980-an. Film ini dibintangi oleh Suzu Hirose, Fumi Nikaido, Yō Yoshida dan Camilla Aiko.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| A Pale View of Hills | |
|---|---|
Poster promosi | |
| Sutradara | Kei Ishikawa |
| Produser |
|
| Skenario | Kei Ishikawa |
Berdasarkan | A Pale View of Hills oleh Kazuo Ishiguro |
| Pemeran |
|
| Penata musik | Paweł Mykietyn |
| Sinematografer | Piotr Niemyjski[1] |
Perusahaan produksi |
|
| Distributor | Gaga |
Tanggal rilis |
|
| Durasi | 123 minutes[2] |
| Negara |
|
| Bahasa |
|
A Pale View of Hills adalah film drama tahun 2025 yang ditulis dan disutradarai oleh Kei Ishikawa. Film ini didasarkan pada novel tahun 1982 karya Kazuo Ishiguro. Alurnya mengikuti kenangan seorang janda dengan memori kehidupannya antara Jepang pada tahun 1950-an dan Inggris pada tahun 1980-an. Film ini dibintangi oleh Suzu Hirose, Fumi Nikaido, Yō Yoshida dan Camilla Aiko.
A Pale View of Hills ditayangkan perdana dalam bagian Un Certain Regard pada Festival Film Cannes tanggal 15 Mei 2025.
Di Nagasaki tahun 1952, Etsuko yang tengah hamil terbangun dari tidurnya dan kemudian melakukan aktivitas harian paginya sebelum suaminya, Jiro berangkat untuk bekerja. Saat membaca sebuah buku, dia mendengar tetangga yang sedang membicarakan seorang pria Amerika yang melintas. Di kejauhan, Etsuko melihat seorang wanita yang menyambut pria Amerika tersebut masuk ke rumahnya.
Suatu hari saat perjalanan pulang ke rumahnya, Etsuko melihat seorang anak perempuan (Mariko) yang sedang dirundung oleh beberapa anak pria. Etsuko mengantar anak perempuan tersebut pulang ke rumahnya, yang membuatnya berkenalan dengan Sachiko (wanita yang dilihatnya dari kejauhan sebelumnya). Sachiko memiliki rencana untuk pindah ke Amerika bersama seorang pria Amerika bernama Frank. Ia melihat masa depan yang lebih baik di sana dan membutuhkan uang, sehingga meminta bantuan Etsuko untuk mencarikannya pekerjaan. Etsuko mengenalkan Sachiko pada seorang pemilik kedai mie Nyonya Fujiwara dan bekerja di sana sebagai koki, sementara Mariko membantu mengantar makanan ke para pelanggan. Suatu hari, seorang pelanggan menyindir Sachiko dan anaknya sebagai manusia yang teradiasi, sehingga membuat Sachiko marah dan menyiramnya, serta Machiko menggigitnya.
Ogata, ayah mertua Etsuko yang datang menginap selama beberapa hari, menemukan sebuah violin yang sudah jarang dimainkan oleh Etsuko. Violin tersebut mengingatkan trauma dan rasa bersalah Etsuko pada apa yang terjadi pada saat Pengeboman Nagasaki. Tidak lama kemudian, Jiro datang bersama teman-temannya untuk minum. Di saat yang bersamaan, Sachiko datang mencari Mariko yang menghilang. Etsuko memutuskan untuk menemani Sachiko mencari Mariko. Dalam pencarian tersebut, Sachiko mengaku bahwa dia akan segera pindah ke Amerika dalam beberapa hari. Mereka akhirnya menemukan Mariko yang terbaring di sebuah perahu yang ada di sungai. Dari cerita Sachiko, Etsuko mengetahui bahwa Mariko sering mengaku melihat sosok wanita yang telah lama meninggal akibat gantung diri.
Saat Sachiko dan Etsuko menghabiskan waktu bersama di sebuah area terbuka, anak dari salah satu wanita menuduh Mariko sengaja menendangnya saat memanjat pohon. Etsuko menolak pengakuan tersebut karena selama ini terus mengawasi mereka. Saat melihat pemandangan kota Nagasaki dari ketinggian, Sachiko menyampaikan bahwa pergi ke Amerika adalah keinginannya sejak kecil, sementara terungkap bahwa Etsuko juga berada di lokasi dekat area pengeboman saat kota Nagasaki hancur akibat pengeboman. Malam harinya, Mariko bermain tembak-tembakan di sebuah bazar dan memenangkan hadiah pertama setelah mengikuti saran dari Etsuko.
Jiro mulai merasa terganggu dengan ayahnya yang menginap di rumahnya. Etsuko yang menasihatinya agar bersikap lebih baik kepada ayahnya, malah juga ikut dikritik agar menjalankan perannya sebagai calon ibu yang lebih baik. Siangnya, Ogata ditemani oleh Etsuko pergi menemui Shiego Matsuda, teman Jiro yang menulis sebuah esai yang mengkritik Ogata saat bekerja sebagai guru. Ogata menanyakan alasan Shigeo menulis esai tersebut, di mana Shigeo menganggap apa yang diajarkan oleh guru-guru di zaman perang adalah kebohongan. Setelah pertemuan itu, Ogata memutuskan untuk pulang ke Fukuoka. Di stasiun kereta, Etsuko berpesan agar Ogata bisa ikut berubah dengan zaman yang terus berubah.
Etsuko melihat seorang wanita mengenakan kain berkabung berwarna hitam yang berjalan menuju ke rumah Sachiko. Saat dia mendatangi rumah Sachiko dan bertanya tentang wanita tersebut, baik Mariko maupun Sachiko mengaku tidak tahu wanita yang dimaksud. Di saat yang sama, Sachiko sedang sibuk berkemas untuk persiapan kepindahannya ke Amerika. Mariko tidak ingin pindah ke Amerika dan bertengkar dengan Sachiko karena kekhawatirannya pada Atsu, kucing kecil yang dirawatnya. Sachiko merebut Atsu dari tangan Mariko dan kemudian membunuhnya di sungai.
Pada Agustus 2024, Suzu Hirose bergabung dalam jajaran pemeran film ini, dengan Kei Ishikawa menyutradarai berdasarkan skenario yang ia tulis sendiri, yang diadaptasi dari novel dengan judul yang sama karya Kazuo Ishiguro, dengan Ishiguro bertindak sebagai produser eksekutif.[3]
Pengambilan gambar utama dimulai pada Agustus 2024, dan memasuki tahap pascaproduksi pada Januari 2025.[4][5]

A Pale View of Hills melakukan penayangan perdana dunia pada Festival Film Cannes 2025 dalam bagian Un Certain Regard pada 15 Mei 2025.[6][7]
Di situs web agregator ulasan Rotten Tomatoes, 60% pada 15 ulasan para kritikus adalah positif.[8]
| Penghargaan | Tanggal | Kategori | Penerima | Hasil | Ref. |
|---|---|---|---|---|---|
| Nikkan Sports Film Awards | Desember 2025 | Film Terbaik | A Pale View of Hills | Nominasi | [9] |
| Sutradara Terbaik | Kei Ishikawa | Nominasi | [9] | ||
| Aktris Terbaik | Suzu Hirose | Menang | [10] | ||
| Aktris Pendukung Terbaik | Fumi Nikaido | Nominasi | [9] | ||
| Festival Film Yokohama | 1 Februari 2026 | Aktris Terbaik | Suzu Hirose | Menang | [11] |
| Mainichi Film Awards | 10 Februari 2026 | Penampilan Pendukung Terbaik | Fumi Nikaido | Nominasi | [12] |
| Tata Artistik Terbaik | Hiroyuki Wagatsuma and Adam Marshall | Nominasi | [12] | ||
| Blue Ribbon Awards | 17 Februari 2026 | Film Terbaik | A Pale View of Hills | Nominasi | [13] |
| Aktris Terbaik | Suzu Hirose | Menang | [14] | ||
| Japan Academy Film Prize | 13 Maret 2026 | Aktris Terbaik | Suzu Hirose | Nominasi | [15] |