Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Übermensch

Übermenschcode: de is deprecated adalah sebuah konsep dalam filsafat Friedrich Nietzsche yang secara harfiah berarti manusia unggul atau adimanusia. Dalam bukunya tahun 1883, Maka Berbicaralah Zarathustra, Nietzsche menuliskan karakter Zarathustra mengemukakan konsep adimanusia, sebuah tujuan yang ditetapkan manusia untuk dirinya sendiri. Menurut Nietzsche, adimanusia adalah cita-cita ideal manusia.

konsep dalam filsafat Friedrich Nietzsche
Diperbarui 18 Oktober 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Übermensch
Friedrich Wilhelm Nietzsche

Übermenschcode: de is deprecated (pelafalan dalam bahasa Jerman: [ˈʔyːbɐmɛnʃ]) adalah sebuah konsep dalam filsafat Friedrich Nietzsche yang secara harfiah berarti manusia unggul atau adimanusia. Dalam bukunya tahun 1883, Maka Berbicaralah Zarathustra (bahasa Jerman: Also sprach Zarathustracode: de is deprecated ), Nietzsche menuliskan karakter Zarathustra mengemukakan konsep adimanusia, sebuah tujuan yang ditetapkan manusia untuk dirinya sendiri. Menurut Nietzsche, adimanusia adalah cita-cita ideal manusia.

Nietzsche memperkenalkan konsep adimanusia untuk membedakannya dengan nilai-nilai ideal agama Kristen yang berfokus pada kehidupan selanjutnya. Zarathustra menyatakan kehendak adimanusia memberi makna pada kehidupan di bumi, dan menasihati pembacanya untuk mengabaikan orang-orang yang menjanjikan kehidupan selain di dunia ini yang menjauhkan mereka dari kehidupan nyata.[1][2]

Dalam Maka Berbicaralah Zarathustra, karakter Zarathustra mengatakan sebagai berikut (Prolog Zarathustra; hal. 9–11):

Aku mengajarimu Übermensch. Manusia adalah sesuatu yang harus dilampaui. Apa yang sudah kamu lakukan untuk melampauinya? Semua makhluk sejauh ini telah menjadi sesuatu yang melampaui diri mereka sendiri: dan kamu ingin menjadi titik balik dari gelombang besar itu, dan lebih memilih kembali ke dunia binatang daripada melampaui manusia? Apa arti kera bagi manusia? Bahan tertawaan atau rasa malu yang menyakitkan. Demikian pula arti manusia bagi adimanusia: bahan tertawaan atau rasa malu yang menyakitkan... Lihatlah, aku mengajarkan adimanusia kepadamu. Adimanusia adalah makna dunia ini. Biarkanlah kehendakmu berseru: hendaknya adimanusia menjadi makna dunia ini.... Manusia adalah seutas tali yang direntangkan di antara binatang dan adimanusia — seutas tali di atas jurang yang dalam... Yang hebat dalam diri manusia adalah ia merupakan sebuah jembatan dan bukan sebuah tujuan.[3]

Referensi

  1. ↑ Hollingdale, R. J. (1961), page 44 – English translation of Zarathustra's prologue; "I love those who do not first seek beyond the stars for reasons to go down and to be sacrifices: but who sacrifice themselves to the earth, that the earth may one day belong to the Superman"
  2. ↑ Nietzsche, F. (1885) – p. 4, Original publication – "Ich liebe die, welche nicht erst hinter den Sternen einen Grund suchen, unterzugehen und Opfer zu sein: sondern die sich der Erde opfern, dass die Erde einst des Übermenschen werde."
  3. ↑ Martin, Clancy; Higgins, Kathleen M.; Solomon, Robert C.; Stade, George (2005). Thus Spoke Zarathustra. New York: Barnes & Noble Books. hlm. 9–11. ISBN 978-1-59308-384-7.

Pranala luar

Lihat entri übermensch di kamus bebas Wikikamus.
  • Martin Heidegger and Nietzsche’s Overman: Aphorisms on the Attack
  • Human Superhuman Diarsipkan 2011-02-28 di Wayback Machine. Yahoo! Group dedicated to Nietzsche's Overman.
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Israel
Lain-lain
  • Yale LUX


Ikon rintisan

Artikel bertopik filsafat ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Referensi
  2. Pranala luar

Artikel Terkait

Friedrich Nietzsche

filsuf Jerman (1844–1900)

Georg Wilhelm Friedrich Hegel

filsuf Jerman (lahir 1770)

Filsafat Yunani Kuno

mengisyaratkan munculnya suatu pendekatan baru terhadap filsafat. Menurut Friedrich Nietzsche, perkembangan tersebut bermula dari Plato, bukan dari Sokrates

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026