Jakarta Aktual – 31 Juli 2026 | Suka duka Narto ‘Sang Penjaga’ Tahura Menumbing, tak gentar melawan intimidasi para perusak, merupakan kisah inspiratif tentang seorang pria yang berkomitmen menjaga kelestarian alam di Taman Hutan Raya (Tahura) Menumbing, Bangka Barat. Narto, pria berumur 44 tahun, sejak Maret 2022 telah bertugas sebagai Petugas Pengamanan Hutan (Pamhut) Tahura Menumbing. Ia tidak pernah absen keluar masuk hutan setiap harinya, bukan sekedar tugas, melainkan juga karena merasa sudah ada ikatan batin dengan bukit yang berada di Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat.
Menjaga Tahura Menumbing bukan sekedar pekerjaan untuk memberi nafkah keluarga bagi Narto, melainkan juga komitmen untuk menjaga kelestarian alam. Sejak kecil, Narto memang sudah menyukai berbagai kegiatan di alam, entah itu di hutan, gunung, bukit maupun lautan. Suka duka Narto ‘Sang Penjaga’ Tahura Menumbing, tak gentar melawan intimidasi para perusak, menunjukkan bahwa komitmen dan cinta terhadap alam dapat mengatasi berbagai tantangan.
Di sisi lain, Kabupaten Bangka Barat memiliki tingkat pengangguran terbuka yang relatif rendah dibandingkan dengan rata-rata nasional. Hal ini menunjukkan bahwa daerah tersebut memiliki potensi ekonomi yang cukup besar, baik pada sektor pertambangan, perkebunan, perikanan, pariwisata, maupun Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Suka duka Narto ‘Sang Penjaga’ Tahura Menumbing, tak gentar melawan intimidasi para perusak, juga menunjukkan bahwa pekerjaan di sektor lingkungan dan kehutanan dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi pengangguran.
Suka duka Narto ‘Sang Penjaga’ Tahura Menumbing, tak gentar melawan intimidasi para perusak, merupakan contoh nyata bahwa pekerjaan di sektor lingkungan dan kehutanan tidak hanya penting untuk menjaga kelestarian alam, tetapi juga dapat menjadi sumber pendapatan yang layak. Oleh karena itu, perlu adanya dukungan dan apresiasi terhadap pekerjaan-pekerjaan seperti ini, agar semakin banyak masyarakat yang tertarik untuk berkontribusi pada pelestarian lingkungan.
Kesimpulan dari kisah Suka duka Narto ‘Sang Penjaga’ Tahura Menumbing, tak gentar melawan intimidasi para perusak, adalah bahwa komitmen dan cinta terhadap alam dapat mengatasi berbagai tantangan, dan pekerjaan di sektor lingkungan dan kehutanan dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi pengangguran. Suka duka Narto ‘Sang Penjaga’ Tahura Menumbing, tak gentar melawan intimidasi para perusak, merupakan inspirasi bagi kita semua untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan menghargai pekerjaan-pekerjaan yang berkontribusi pada pelestarian alam.