Jakarta Aktual – 07 Juli 2026 | SPMB Bandung 2026 tercoreng, puluhan siswa terjaring pemalsuan dokumen. Pemkot Bandung mendiskualifikasi 80-90 peserta pada SPMB 2026 setelah ditemukan kecurangan dengan mayoritas dugaan pembuatan kartu keluarga (KK) hingga sertifikat atau piagam prestasi akademik yang palsu.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengaku ikut merasa sedih karena harus mencoret anak-anak yang seharusnya bisa disalurkan ke sekolah karena dugaan kecurangan. Ia mengumumkan hasil evaluasi tersebut langsung di Balai Kota Bandung.
Farhan menjelaskan bahwa evaluasi SPMB dilakukan setelah ditemukan kecurangan dengan mayoritas dugaan pembuatan kartu keluarga (KK) hingga sertifikat atau piagam prestasi akademik yang palsu. Ia mengaku ikut merasa sedih karena harus mencoret anak-anak yang seharusnya bisa disalurkan ke sekolah karena dugaan kecurangan.
SPMB Bandung 2026 tercoreng, puluhan siswa terjaring pemalsuan dokumen. Puluhan peserta SPMB 2026 yang didiskualifikasi itu mayoritas terjadi di jenjang SMP. Temuan ini selaras dengan dugaan puluhan KK yang tercantum di restoran.
SPMB Bandung 2026 tercoreng, puluhan siswa terjaring pemalsuan dokumen. Farhan menjamin kuota sekolah di Kota Bandung secara keseluruhan masih memadai untuk menampung siswa baru. Siswa yang tidak diterima, direkomendasikan untuk disalurkan ke sekolah swasta.
SPMB Bandung 2026 tercoreng, puluhan siswa terjaring pemalsuan dokumen. Dalam kesimpulan, SPMB Bandung 2026 memang tercoreng dengan adanya kecurangan yang dilakukan oleh peserta. Namun, Pemkot Bandung telah mengambil langkah tegas untuk mendiskualifikasi peserta yang melakukan kecurangan.