Jakarta Aktual – 02 Juli 2026 | Sebuah pesawat menabrak gedung pencakar langit di Beijing namun China bungkam mengenai insiden tersebut. Pada hari Jumat, 26 Juni 2026, sebuah pesawat kecil menabrak Menara CITIC, gedung tertinggi di Beijing, menewaskan pilot dan melukai 13 orang lainnya. Insiden ini terjadi dekat markas besar Partai Komunis, Zhongnanhai, dan menimbulkan pertanyaan tentang keselamatan penerbangan di Beijing yang dijaga ketat.
Pilot yang tewas dalam insiden tersebut dilaporkan memiliki masalah kesehatan mental dan telah menulis tentang bunuh diri di buku hariannya. Pihak berwenang menuturkan bahwa insiden ini disebabkan oleh alasan pribadi dan bukan karena kesalahan sistem keamanan udara.
China bungkam mengenai insiden ini, dan hanya memuat laporan singkat sepanjang 60 kata di media milik negara, Beijing Daily. Rekaman detik-detik kecelakaan juga telah dihapus dari internet, dan perusahaan penerbangan swasta dilarang menerbangkan pesawat ringan.
Sebuah pesawat menabrak gedung pencakar langit di Beijing namun China bungkam, dan ini menimbulkan spekulasi tentang bagaimana pesawat tersebut bisa menembus kota yang memiliki kendali ruang udara paling ketat di dunia. Sebuah pesawat menabrak gedung pencakar langit di Beijing namun China bungkam, dan ini juga menimbulkan pertanyaan tentang keselamatan penerbangan di Beijing.
Sebuah pesawat menabrak gedung pencakar langit di Beijing namun China bungkam, dan ini merupakan insiden yang membahayakan keselamatan publik. Sebuah pesawat menabrak gedung pencakar langit di Beijing namun China bungkam, dan ini menunjukkan bahwa keselamatan penerbangan di Beijing masih perlu ditingkatkan.
Kesimpulan, insiden pesawat menabrak gedung pencakar langit di Beijing menimbulkan banyak pertanyaan tentang keselamatan penerbangan di Beijing dan kendali ruang udara di kota tersebut. Sebuah pesawat menabrak gedung pencakar langit di Beijing namun China bungkam, dan ini menunjukkan bahwa China perlu meningkatkan transparansi dan keselamatan penerbangan di negara tersebut.