Jakarta Aktual – 30 May 2026 | RKLb di ruang angkasa sedang mengalami penurunan setelah ledakan roket Blue Origin dan pemulihan nilai SpaceX.
Perusahaan yang bergerak di bidang ruang angkasa telah mengalami tren positif sejak Elon Musk’s SpaceX secara resmi mendaftarkan diri untuk menjadi perusahaan publik. Namun, pada hari Jumat, sektor ruang angkasa merasa sedang meredup karena ledakan roket Blue Origin dan laporan bahwa SpaceX (SPCX) sekarang mengincar nilai $1,8 triliun, turun dari $2 triliun.
Penurunan nilai ini dipicu oleh ledakan roket Blue Origin yang terjadi di Cape Canaveral, Florida, pada Kamis malam. Roket tersebut sedang melakukan uji coba statis dan menimbulkan kerusakan besar.
AST SpaceMobile, perusahaan yang bergerak di bidang satelit ke koneksi seluler, mengalami penurunan nilai sebesar 21% pada hari Jumat sebelum akhirnya dikurangi menjadi sekitar 15% pada akhir hari. Meskipun demikian, nilai perusahaan ini masih meningkat sekitar 53,5% pada bulan Mei.
Micah Walter-Range, presiden perusahaan konsultasi ruang angkasa Caelus Partners, mengatakan bahwa penurunan nilai ini adalah “overreaksi”. Menurutnya, SpaceX telah mencapai tujuan sebelum Starship mengalami insiden.
Roket Blue Origin yang ledak pada Kamis malam merupakan uji coba statis yang tidak biasa. Uji coba tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa roket dapat beroperasi dengan baik sebelum diluncurkan ke ruang angkasa.
Dengan demikian, penurunan nilai perusahaan-perusahaan ruang angkasa pada hari Jumat dapat dianggap sebagai reaksi berlebihan. Namun, hal ini juga menunjukkan bahwa sektor ruang angkasa masih sangat sensitif terhadap insiden-insiden yang terjadi.
RKLb di ruang angkasa akan terus mengalami dinamika yang menarik. Bagaimana perusahaan-perusahaan ruang angkasa dapat mengatasi insiden-insiden yang terjadi dan terus maju ke depannya?
Pada akhirnya, RKLb di ruang angkasa akan terus menjadi sorotan di industri ini.