Jakarta Aktual – 05 Agustus 2026 | PT Namnam Cimahi Tutup, Dedi Mulyadi Sebut Pabrik Garmen Mulai Geser ke Daerah Berupah Murah [titlebase]. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan bahwa fenomena pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di industri garmen bukanlah hal yang baru. Menurutnya, industri garmen memiliki karakter unik yang bersifat tidak permanen, sehingga cenderung merelokasi pabriknya ketika biaya produksi dan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) di daerah lama tak lagi kompetitif.
Hal ini terjadi pada PT Namnam Fashion Industries di Kota Cimahi, yang baru-baru ini melakukan PHK terhadap 178 buruh. Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cimahi, Asep Jayadi, mengatakan bahwa pemilik perusahaan memutuskan melakukan PHK karena mereka tak sanggup lagi membiayai produksi di bidang garmen di tengah ketidakstabilan kondisi ekonomi.
Dedi Mulyadi menyarankan para pekerja untuk mau berpindah daerah menyusul pergeseran peta kawasan industri padat karya di Jawa Barat. Ia menegaskan bahwa ketersediaan lapangan kerja di sektor garmen dan alas kaki di Jawa Barat sejatinya masih sangat melimpah, namun posisinya kini telah bergeser dari kawasan industri lama seperti Bandung, Karawang, Purwakarta, dan Bandung Barat menuju daerah pertumbuhan baru.
PT Namnam Cimahi Tutup, Dedi Mulyadi Sebut Pabrik Garmen Mulai Geser ke Daerah Berupah Murah [titlebase] merupakan fenomena yang terjadi di Jawa Barat. Dedi Mulyadi mencontohkan bahwa perusahaan garmen yang telah mencapai titik impas (break-even point/BEP) dapat memilih memindahkan produksinya ke daerah lain yang memiliki biaya tenaga kerja lebih murah.
PT Namnam Cimahi Tutup, Dedi Mulyadi Sebut Pabrik Garmen Mulai Geser ke Daerah Berupah Murah [titlebase] juga menimbulkan dampak pada para buruh. Mereka harus mau berpindah daerah untuk mencari pekerjaan baru. Dedi Mulyadi menyarankan para pekerja untuk fleksibel serta berani bergeser ke kabupaten penerima investasi baru seperti Indramayu, Garut, dan Majalengka.
PT Namnam Cimahi Tutup, Dedi Mulyadi Sebut Pabrik Garmen Mulai Geser ke Daerah Berupah Murah [titlebase] merupakan tantangan bagi pemerintah untuk menciptakan lapangan kerja baru. Dedi Mulyadi menegaskan bahwa pemerintah akan melakukan verifikasi terhadap data buruh yang terdampak penutupan perusahaan batu kapur di Kabupaten Bandung Barat.
Kesimpulan dari PT Namnam Cimahi Tutup, Dedi Mulyadi Sebut Pabrik Garmen Mulai Geser ke Daerah Berupah Murah [titlebase] adalah bahwa industri garmen di Jawa Barat mengalami pergeseran ke daerah dengan biaya tenaga kerja lebih murah. Para pekerja harus mau berpindah daerah untuk mencari pekerjaan baru, dan pemerintah harus menciptakan lapangan kerja baru untuk mengatasi dampak PHK massal.