Jakarta Aktual – 31 Juli 2026 | [Full] Pidato Prabowo di akad rumah subsidi: singgung prestasi India-soroti sungai penuh sampah [titlebase] merupakan salah satu topik yang dibahas oleh Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan dengan pengusaha Kamar Dagang dan Industri (KADIN) pusat dan daerah di Istana, Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, Prabowo menyampaikan bahwa ekonomi tidak bisa dipisahkan dari politik, budaya, hingga agama.
Saat menghadiri akad massal KPR subsidi di Batang, Jawa Tengah, Prabowo menginstruksikan para kepala daerah hingga aparat keamanan untuk turun langsung memantau kondisi sungai dan lingkungan setiap hari. Menurutnya, seorang pemimpin harus hadir di lapangan dan memastikan lingkungan tetap bersih serta terawat.
Prabowo juga menyinggung prestasi India yang berhasil membangun 40 juta rumah dalam 12 tahun. Ia mengatakan bahwa Indonesia perlu belajar dari India untuk mempercepat pembangunan rumah bagi masyarakat. [Full] Pidato Prabowo di akad rumah subsidi: singgung prestasi India-soroti sungai penuh sampah [titlebase] menjadi salah satu fokus utama dalam pidato tersebut.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan bahwa pemerintah tetap memberikan berbagai insentif di sektor perumahan, mulai dari pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) gratis, insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP), hingga mempertahankan bunga KPR subsidi sebesar 5 persen.
Prabowo menegaskan bahwa pemerintah telah mengirim tim ke sejumlah negara untuk mempelajari berbagai praktik terbaik, termasuk di sektor perumahan. Hasil pembelajaran itu nantinya akan menjadi bahan pertimbangan dalam pengembangan program perumahan di Indonesia. [Full] Pidato Prabowo di akad rumah subsidi: singgung prestasi India-soroti sungai penuh sampah [titlebase] diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemerintah dalam mempercepat pembangunan rumah bagi masyarakat.
Dalam kesimpulan, [Full] Pidato Prabowo di akad rumah subsidi: singgung prestasi India-soroti sungai penuh sampah [titlebase] menunjukkan bahwa pemerintah serius dalam mempercepat pembangunan rumah bagi masyarakat. Dengan belajar dari prestasi India dan mempertahankan bunga KPR subsidi, diharapkan program perumahan di Indonesia dapat berjalan lebih cepat dan efektif.