Jakarta Aktual – 11 Juni 2026 | Peringatan Menlu Iran ke AS: Pergi dari wilayah kami, kalau ingin selamat [titlebase] menjadi peringatan keras yang dilayangkan oleh Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, kepada Amerika Serikat (AS) menyusul serangan udara yang dilancarkan Washington ke sejumlah titik strategis Iran. Araghchi dengan tegas meminta militer AS untuk segera angkat kaki dari kawasan tersebut. “Tinggalkan wilayah kami jika Anda ingin selamat,” tulis Araghchi secara lugas melalui akun media sosial X miliknya, Rabu (10/6/2026).
Peringatan Menlu Iran ke AS: Pergi dari wilayah kami, kalau ingin selamat [titlebase] ini menjadi bukti bahwa situasi di kawasan Teluk Persia kembali membara. Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali meningkat setelah Washington melancarkan serangan ke sejumlah fasilitas militer Iran sebagai respons atas jatuhnya helikopter serbu Apache di kawasan Selat Hormuz.
Presiden Donald Trump menegaskan serangan tersebut merupakan bentuk respons tegas terhadap tindakan yang dianggap sebagai agresi Iran. Iran pun membalas dengan mengeklaim telah menyerang puluhan target militer yang terkait dengan AS di kawasan Teluk, termasuk pangkalan militer di Yordania, Kuwait, dan Bahrain. Di tengah saling serang tersebut, Teheran memperingatkan bahwa setiap aksi militer AS akan mendapat balasan, sementara negara-negara di kawasan meningkatkan kesiagaan pertahanan udara mereka.
Peringatan Menlu Iran ke AS: Pergi dari wilayah kami, kalau ingin selamat [titlebase] semakin ditekankan oleh Komandan Angkatan Udara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Seyed Majid Mousavi, yang memperingatkan bahwa kawasan Timur Tengah akan menjadi “neraka” bagi Amerika Serikat di tengah meningkatnya ketegangan terkait Selat Hormuz. “Jika Anda membuat Selat Hormuz tidak aman, kami akan mengubah kawasan ini menjadi neraka bagi Anda dari seluruh wilayah Iran,” katanya.
Peringatan Menlu Iran ke AS: Pergi dari wilayah kami, kalau ingin selamat [titlebase] ini menunjukkan bahwa situasi di kawasan semakin tidak stabil. Indonesia menyerukan agar Amerika Serikat dan Iran terus menahan diri dan berkomitmen terhadap gencatan senjata yang disepakati, menyusul eskalasi peperangan yang kembali terjadi pekan ini. “Kita tentu ingin terus mendorong agar para pihak segera kembali ke meja perundingan, kembali mewujudkan gencatan senjata,” kata Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI Arrmanatha Nasir di Kompleks Parlemen Jakarta, Kamis.
Peringatan Menlu Iran ke AS: Pergi dari wilayah kami, kalau ingin selamat [titlebase] menjadi peringatan yang serius bagi kedua belah pihak untuk menahan diri dan menghindari eskalasi konflik lebih lanjut. Dalam situasi yang semakin tidak stabil ini, penting bagi semua pihak untuk berupaya mencari solusi damai dan menghindari tindakan yang dapat memperburuk situasi.
Kesimpulan dari Peringatan Menlu Iran ke AS: Pergi dari wilayah kami, kalau ingin selamat [titlebase] ini adalah bahwa situasi di kawasan Teluk Persia sangat tidak stabil dan memerlukan perhatian serius dari semua pihak untuk menghindari eskalasi konflik lebih lanjut. Peringatan ini menunjukkan bahwa Iran tidak akan tinggal diam terhadap tindakan agresif AS dan akan membalas setiap serangan yang dilancarkan terhadap wilayah mereka.