Jakarta Aktual – 28 Juni 2026 | Pelarian kandas, FBI tangkap hacker Iran yang kabur ke Montenegro [titlebase] setelah melakukan peretasan besar-besaran di lebih dari 150 universitas di Amerika Serikat. Penangkapan ini terjadi berkat kerja sama apik antara FBI dan pihak kepolisian Montenegro. Hacker Iran yang berusia 39 tahun ini memiliki kewarganegaraan ganda, yaitu Iran dan Turki.
Peretasan yang dilakukan oleh hacker Iran ini menyebabkan kerugian yang diperkirakan mencapai lebih dari 3,4 miliar dolar AS. Uang ini nantinya akan digunakan untuk mendanai Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) dan beberapa universitas di Iran. Pelarian kandas, FBI tangkap hacker Iran yang kabur ke Montenegro [titlebase] ini menunjukkan bahwa upaya untuk melindungi informasi dan sumber daya digital dari serangan peretasan harus terus ditingkatkan.
Pelarian kandas, FBI tangkap hacker Iran yang kabur ke Montenegro [titlebase] setelah melakukan peretasan di sejumlah universitas di Negeri Paman Sam. Penangkapan ini membuktikan bahwa kerja sama internasional dalam melawan kejahatan siber sangat penting. Dengan demikian, diharapkan dapat mencegah terjadinya peretasan lainnya di masa depan.
Pelarian kandas, FBI tangkap hacker Iran yang kabur ke Montenegro [titlebase] ini juga menunjukkan bahwa kejahatan siber dapat memiliki dampak yang sangat besar dan luas. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan dalam melindungi diri dari serangan peretasan. Dengan demikian, kita dapat menjaga keamanan dan integritas data kita.
Kesimpulannya, penangkapan hacker Iran oleh FBI di Montenegro menunjukkan bahwa upaya untuk melindungi informasi dan sumber daya digital dari serangan peretasan harus terus ditingkatkan. Pelarian kandas, FBI tangkap hacker Iran yang kabur ke Montenegro [titlebase] ini juga membuktikan bahwa kerja sama internasional dalam melawan kejahatan siber sangat penting.