Jakarta Aktual – 01 Juli 2026 | Modal Rp 2000 sehari, ibu-ibu Kalijawi Yogyakarta renovasi 400 rumah jadi lebih layak, sistem arisan menjadi kunci keberhasilan mereka. Di Yogyakarta, sebuah komunitas perempuan bernama Kalijawi telah menunjukkan bahwa dengan modal yang relatif kecil, yaitu Rp 2000 sehari, mereka dapat melakukan renovasi pada 400 rumah tidak layak huni di daerah mereka.
Komunitas Kalijawi ini terbentuk pada tahun 2012 dengan inisiasi dari para perempuan yang tinggal di bantaran Sungai Gajahwong dan Winongo. Mereka memiliki tiga kegiatan utama, yaitu penataan kampung, pemberdayaan perempuan, dan pengelolaan dana komunitas.
Modal Rp 2000 sehari, ibu-ibu Kalijawi Yogyakarta renovasi 400 rumah jadi lebih layak, sistem arisan yang mereka gunakan memungkinkan mereka untuk mengumpulkan dana yang cukup untuk melakukan renovasi rumah-rumah tidak layak huni di daerah mereka. Dengan sistem arisan ini, para anggota komunitas dapat menabung Rp 2000 setiap hari dan kemudian menggunakan dana tersebut untuk melakukan renovasi rumah.
Komunitas Kalijawi telah menunjukkan bahwa dengan kerja sama dan kekompakan, mereka dapat mencapai tujuan mereka untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar mereka. Modal Rp 2000 sehari, ibu-ibu Kalijawi Yogyakarta renovasi 400 rumah jadi lebih layak, sistem arisan yang mereka gunakan telah membuktikan bahwa dengan dana yang relatif kecil, mereka dapat melakukan perubahan yang signifikan dalam masyarakat.
Modal Rp 2000 sehari, ibu-ibu Kalijawi Yogyakarta renovasi 400 rumah jadi lebih layak, sistem arisan ini juga telah membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kerja sama dan kekompakan dalam mencapai tujuan bersama. Dengan demikian, komunitas Kalijawi telah menjadi contoh bagi masyarakat lainnya untuk mengikuti jejak mereka dalam melakukan perubahan positif di daerah mereka.
Kesimpulan, Modal Rp 2000 sehari, ibu-ibu Kalijawi Yogyakarta renovasi 400 rumah jadi lebih layak, sistem arisan yang mereka gunakan telah membuktikan bahwa dengan kerja sama, kekompakan, dan dana yang relatif kecil, mereka dapat melakukan perubahan signifikan dalam masyarakat. Mereka telah menunjukkan bahwa dengan sistem arisan, mereka dapat mengumpulkan dana yang cukup untuk melakukan renovasi rumah-rumah tidak layak huni di daerah mereka.